Pola Pikir Jadi Tantangan Transformasi Digital

Pola Pikir Jadi Tantangan Transformasi Digital

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 22 Apr 2021 19:35 WIB
Transformasi Digital Dorong Pengembangan Ekonomi Berbasis Inovasi
Foto: DW (News)
Jakarta -

Mindset atau pola pikir jadi kunci sukses transformasi digital. Tantangan terbesar dalam transformasi digital menurut Link Net dan Google Cloud adalah berani atau tidak seseorang melangkah untuk beralih ke ekosistem digital.

Hal ini disampaikan keduanya usai pengumuman kerja sama PT Link Net Tbk dengan Google Cloud dalam sebuah acara virtual yang berlangsung Kamis (22/4/2021). Disampaikan Presiden Director & CEO Link Net Marlo Budiman, perusahaannya pun sempat melewati perjalanan tersebut sebelum memutuskan bergandengan dengan Google Cloud.

"Tantangannya di mindset, dulu kita pikir kita mau beli server sendiri untuk bisa kontrol semuanya. Kalau disimpan di cloud nanti gimana datanya, keamanannya, lalu kalau mau menambah kapasitas siap atau tidak," ceritanya.

"Ternyata semua itu keliru setelah menyadari menggunakan Google Cloud security-nya sudah top notch, menambah kapasitas pun bisa segera, gak perlu menunggu pesan server baru, dan terutama semuanya jadi serba lebih cepat sehingga kita bisa menciptakan produk-produk baru ke market. Ketika mindset kita berubah, transformasi digital akan berjalan dengan smooth," sambungnya.

Country Director Google Indonesia Megawaty Khie pun membenarkan bahwa pola pikir merupakan hal utama untuk beralih ke transformasi digital. Dia berpendapat, pandemi berhasil memaksa perusahaan dengan sendirinya beralih ke ekosistem digital.

"Ada survei yang menanyakan sebenarnya yang mendorong ke digital itu siapa? Dari banyak hasil survei, jawabannya (pandemi) COVID-19. Jadi bukan para CEO perusahaan karena dari dulu seringnya mereka bilang tim saya tidak siap. Tapi karena COVID-19 ini kita terpaksa didorong, bagaimana pun kita harus survive, pakai apa? Pakai teknologi. Makanya kerja sama Link Net dengan Google Cloud ini menjadi sesuatu yang penting," urainya.

"Saya pikir yang paling penting adalah keberanian dalam melangkah. Dan kompetisi makin agresif, kalau kita tidak lakukan, maka orang lain yang lakukan, dan Anda akan ketinggalan. Jadi transformasi itu bukan pilihan, tapi kapan kita akan melangkah ke fase berikutnya dan ambil kesempatan," sambungnya.

link net google cloudFoto: Screenshot detikINET

Menggandeng Google Cloud

Di acara ini, Link Net secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan Google Cloud untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan pelanggan korporasi.

Kerja sama ini sekaligus untuk mendorong percepatan transformasi digital yang dibutuhkan di era industri 4.0 serta mendukung pemerintah terhadap upaya percepatan transformasi digital nasional dan penguatan ekosistem digital di Indonesia.

Dalam kerja sama ini, Link Net akan mengimplementasikan solusi Google Cloud untuk memodernisasi infrastruktur dan memanfaatkan big data serta analitik cerdas yang dapat meningkatkan efisiensi operasional serta memberdayakan perusahaan untuk mempercepat inovasi.

Link Net kini juga menjadi mitra Google Cloud Interconnect Partner untuk menghadirkan layanan konektivitas berkecepatan tinggi yang andal dan aman bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, melalui akses langsung ke jaringan khusus platform Google Cloud dan jaringan privat Google di seluruh dunia.

Marlo mengungkapkan bahwa kerja sama ini memperkuat ekosistem digital Link Net dan memungkinkan perusahaan untuk menciptakan layanan inovatif berbasis data, analitik serta teknologi pemrosesan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pelanggan segmen residensial dan korporasi.

"Kami menggunakan BigQuery untuk mendapatkan insight data secara real-time serta analisis yang dapat meningkatkan kecepatan kueri untuk keputusan bisnis. Kami juga memodernisasi sistem manajemen penagihan milik kami dengan menggunakan billing system berbasis SAP di Google Cloud yaitu SAP BRIM (Billing and Revenue Innovation Management). Kedua solusi ini akan membuat perusahaan beroperasi secara efisien, menciptakan inovasi yang lebih cepat, dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas produk dan layanan serta pengalaman pelanggan residensial," jelasnya.


Google Cloud Partner Interconnect juga disebut memberikan banyak manfaat bagi Link Net dan seluruh pengguna Google Cloud. Lalu lintas data pada jaringan Link Net dan Google Cloud tidak menggunakan jaringan internet publik, melainkan menggunakan direct peering, sehingga dapat memastikan keamanan data yang lebih tinggi, tarif upload yang jauh lebih rendah, serta paket bandwidth yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dari berbagai segmen.

"Layanan kolaboratif Link Net dan Google Cloud akan semakin melengkapi varian produk kami dan mendukung kebutuhan transformasi digital bisnis pelanggan. Kerja sama ini menjadi wujud komitmen kami terhadap pengembangan dan keberlangsungan bisnis segmen enterprise," sebut Enterprise Sales Director Link Net Agung Satya Wiguna.

Seiring dengan perubahan dan tantangan dunia bisnis yang semakin dinamis, adaptivitas perusahaan akan menentukan perkembangan bisnis dan relevansinya di masa depan.



Simak Video "Menkeu Sri Mulyani: Transformasi Digital Kunci Bagi Pelaku UMKM"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)