Survei Google: 7 Hal yang Berubah Drastis Sejak Pandemi

Survei Google: 7 Hal yang Berubah Drastis Sejak Pandemi

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 23 Feb 2021 19:49 WIB
Seperti Apa Dunia Tanpa Layanan Google? Mungkin Kita Bisa Berkaca dari China
Survei Google: 7 Hal Ini Berubah Drastis Sejak Pandemi. Foto: ABC Australia
Jakarta -

Laporan terbaru Google Year in Search 2020 mengungkapkan secara komprehensif berbagai tren yang terjadi di masyarakat dan di kalangan industri sejak terjadinya pandemi.

Dalam laporan ini dibahas lima tema utama yang memengaruhi lanskap konsumen dan disertai pembahasan mendalam mengenai tujuh vertical industri utama.

"Tahun 2020 penuh dengan tantangan dan ketidakpastian bagi kita semua. Laporan ini memberikan insight mengenai tren yang tidak kami lihat dua tahun lalu ketika mulai menerbitkan laporan Year in Search untuk Brand," kata Head of Large Customer Marketing Google Indonesia, Muriel Makarim dalam konferensi virtual yang digelar Selasa (23/2/2021).

Menengok ke belakang, laporan Google Year in Search menunjukkan bahwa sejumlah sektor utama ikut mengalami perubahan (selama periode satu tahun yang sama dari Nov 2019 - Okt 2020):

Perawatan Kecantikan dan Tubuh

Seiring adaptasi rutinitas kecantikan di masa new normal, hal yang dicari pengguna di internet juga ikut berkembang. Penelusuran "cara mewarnai rambut sendiri" naik 95% dan "cara menghilangkan gigi hitam" naik 30%.

Keuangan

Makin banyak orang Indonesia yang meningkatkan pengetahuannya di bidang keuangan untuk mempersiapkan masa depan. Penelusuran terkait "reksadana" naik 210%, "tips menabung" naik 140%, "dana darurat" naik 140%, dan "beli emas online" naik 85%.

Makanan dan Minuman

Pandemi telah membuat konsumen untuk tetap di rumah saja dan memesan makanan atau minuman dari rumah. Penelusuran "pesan antar" naik 35%.

Media dan Hiburan

Makin banyak konsumen yang beralih ke internet untuk mencari informasi dan hiburan. Penelusuran "gaming" naik 210%, "olahraga" naik 200%, dan "musik" naik 240%.

Belanja

Orang Indonesia menghindari pergi ke supermarket dan lebih memilih belanja online. Penelusuran untuk "produk segar" naik 90%, "deterjen" naik 26%, dan "ergonomis" naik 155%.

Teknologi

Orang-orang semakin mengandalkan teknologi untuk menangani berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Penelusuran untuk "robot vacuum" naik 80%, "webcam" naik 40%, dan "air purifier" naik 45%.

Transportasi dan Pariwisata

Para wisatawan hanya bepergian ke tempat wisata yang dekat dari rumah, tapi juga tetap menginginkan pengalaman baru (penelusuran "tiket wahana terdekat" naik 90%). Di sisi lain, proses pembelian dan perawatan kendaraan bermotor juga berpindah ke online: penelusuran "motor bekas" naik 11% dan "perpanjang sim" naik 25%.

"Semua perubahan ini membuat konsumen beralih ke platform digital untuk menemukan jawaban dan informasi, guna membantu mereka melewati situasi yang baru pertama kali terjadi ini. Brand dan pemasar perlu mempelajari dan memahami insight terkait perilaku konsumen saat mereka merencanakan strategi dan campaign perusahaan. Kami harap, laporan terbaru ini dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh banyak brand di Indonesia untuk membangun kembali bisnis mereka di tahun 2021," kata Muriel.

CEO Auto2000 Martogi Siahaan pun berbagi pengalamannya terkait perubahan di sektor transportasi, Dikatakannya, pandemi COVID-19 memicu perubahan pelanggan yang cenderung bergeser dari offline ke online.

Karenanya, untuk menyesuaikan diri guna menjawab kebutuhan pelanggan, Auto2000 melakukan transformasi bisnis dengan meluncurkan Digiroom, di tengah merebaknya pandemi pada Maret lalu.

"Auto2000 Digiroom, kami sebut 'The First Toyota Showroom in Your Pocket' karena merupakan platform e-commerce otomotif resmi pertama di Indonesia yang melayani pembelian dan purna jual kendaraan Toyota secara online dengan seamless O2O experience. Kami berterima kasih karena inisiasi Digiroom ini diapresiasi oleh pelanggan dengan peningkatan Google Search Trend selama 2020. Ke depannya, kami berkomitmen untuk terus memikirkan inovasi layanan, dan meningkatkan fitur Digiroom bagi para pelanggan agar dapat merasakan showroom Toyota di genggaman Anda," janjinya.

Mengomentari perubahan di sektor keuangan, Digital Banking Acquisition Service and Marketing Head Bank BTPN Anita Ekasari juga mengutarakan pendapatnya. Dikatakan Anita, COVID-19 mempercepat adopsi digital, semakin banyak orang mencari informasi di internet dan beralih ke ruang digital, khususnya di industri layanan keuangan.

"Dengan Search, kami menggunakan penargetan akurat untuk berkomunikasi dengan calon pengguna yang mencari informasi terkait Jenius dan layanan perbankan lainnya. Hasilnya, kami mencapai posisi brand yang lebih tinggi pada kuartal demi kuartal dan pangsa suara (SOV) yang lebih tinggi di kategori perbankan. Google Search telah menjadi solusi bagi kami, sebagai pemasar, yang tidak dapat ditinggalkan dari bagian strategi pemasaran kami," ujarnya.

Google merekomendasikan lima langkah yang dapat diambil brand saat ini untuk meningkatkan strategi mereka di masa pandemi:

1. Berempati terhadap tantangan yang dihadapi konsumen

2. Tingkatkan tujuan brand

3. Telaah kembali norma-norma yang ada di industri

4. Pikat konsumen dengan cara yang mengena

5. Pahami cara pikir konsumen dalam menyongsong masa depan.



Simak Video "Bantah Layanannya Down, Begini Penjelasan Google Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)