1.516 Dokumen Warga Gunung Merapi Didigitalisasi demi Keamanan

1.516 Dokumen Warga Gunung Merapi Didigitalisasi demi Keamanan

Achmad Syauqi - detikInet
Kamis, 14 Jan 2021 18:30 WIB
Tempat Evakuasi Warga Merapi di SDN 2 Balerante, Klaten
Gedung SDN 2 Balerante, tempat evakuasi warga (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

1.516 Dokumen penting milik warga desa di kawasan rawan bencana (KRB) 3 Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang, Klaten dijamin aman. Dokumen warga itu disimpan Pemkab dalam bentuk file digital.

"Jadi 1.516 dokumen itu kini aman sebab disimpan di Dinas Arsip dan Perpustakaan dalam bentuk digital. Dokumen itu berbagai macam jenisnya," jelas Kabid Kearsipan Dinas Arsip dan Perpustakaan Pemkab Klaten, Rinto Padmono pada detikcom di kantornya, Kamis (14/1/2021) siang.

Dijelaskan Rinto, dokumen yang berhasil disimpan itu ada surat nikah, ijazah, akta kelahiran, sertifikat tanah, BPKB kendaraan dan sebagainya. Dokumen itu sementara baru milik satu desa dari tiga desa di kawasan KRB Gunung Merapi.

"Baru satu desa yang selesai yaitu Desa Balerante dari sekitar 300 KK. Untuk Desa Sidorejo dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang belum dilakukan sebab berbagai pertimbangan," papar Rinto.

Dokumen warga Desa Balerante itu, terang Rinto, diselesaikan sejak tahun 2019 hingga 2020. Untuk tahun ini, sebenarnya akan dilanjutkan ke Desa Sidorejo dan Tegalmulyo tapi terkendala situasi.

"Kita terkendala situasi saat ini karena gunung Merapi berstatus Siaga. Namun jika pemerintah desa siap, kita sebenarnya juga siap," lanjut Rinto.

Program alih digital dokumen itu, sambung Rinto dinamakan Program Titip Bandaku. Tujuannya memang mengamankan dokumen warga di wilayah rawan bencana di Gunung Merapi.

"Jadi mengamankan dokumen warga. Sebab belajar dari erupsi 2010 banyak dokumen warga yang hilang dan rusak karena letusan sehingga saat dibutuhkan kesulitan karena harus mengurus dari awal," imbuh Rinto.

Dengan sudah disimpan dalam bentuk file digital, tegas Rinto, dokumen akan ada arsipnya. Sewaktu dibutuhkan warga tinggal print out di Pemkab tidak bingung lagi.

"Jika dokumen asli rusak atau hilang karena bencana, warga tinggal print out ke Pemkab. Dan digitalisasi ini punya kekuatan hukum sebab ada peraturan bupatinya," pungkas Rinto.

Kaur perencanaan Desa Balerante Kecamatan Kemalang, Jainu mengatakan setelah dimulai 2019, pengarsipan dokumen warga sudah selesai. Warga bisa tenang.

"Sudah selesai saat ini, sekitar 300 KK. Jadi warga yang sebagian sudah di tempat evakuasi bisa tenang dan semoga aman saja," ungkap Jainu pada detikcom di konfirmasi lewat pesan singkat ponselnya.



Simak Video "Kesibukan Dapur Umum Pengungsi Warga Lereng Merapi"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/fay)