Drama FPI Dibubarkan Berujung Blokir Medsos - Halaman 2

Round Up

Drama FPI Dibubarkan Berujung Blokir Medsos

Tim - detikInet
Kamis, 31 Des 2020 12:46 WIB
Sejumlah aparat gabungan datangi kawasan Petamburan untuk mencabut berbagai atribut terkait FPI. Pencabutan atribut dilakukan usai pemerintah resmi melarang FPI
Pencopotan atribut FPI (Foto: Pradita Utama/detikcom)

4. Jejak digital pencekalan FPI dan Habib Rizieq di media sosial

Sebelum FPI dinyatakan terlarang. Habib Rizieq Shihab dan FPI pun sudah berulang kali menghadapi pencekalan karena konten yang dianggap melanggar ketentuan. Pada awal 2017, Twitter resmi milik DPP FPI dan Habib Rizieq di-suspend, tapi lalu muncul kembali dengan akun @DPPFPI_ID.

Akun ini dicekal lagi pada November 2020 oleh Twitter karena masalah gambar yang dinilai provokatif. Kemudian FPI memakai akun @PETAMBURAN_3, namun akun ini pun rontok. Sekarang di Twitter banyak sekali akun dengan nama mirip-mirip FPI, namun belum jelas mana yang resmi. Di medsos, pendukung FPI kini menyebarkan nama baru Front Persatuan Islam.

Blokir juga terjadi pada channel Front TV milik FPI di Youtube sejak Rabu (16/12). Kendati tidak bisa diakses di Indonesia, Front TV memastikan channelnya masih bisa disaksikan menggunakan VPN.

"Sahabat muslim Front TV, dengan ini kami menginformasikan bahwa channel YouTube Front TV mulai Rabu, 16 Desember 2020 tidak dapat diakses di Indonesia (penayangan dibatasi di Indonesia) atas permintaan dari pemerintah ke YouTube," tulis pihak manajemen Front TV dalam keterangan resminya.

5. Rekapitulasi pemblokiran medsos FPI

Patah tumbuh hilang berganti, begitulah nasib akun-akun medsos dan website FPI. Begitu FPI dilarang, mereka bersalin rupa, nama, logo dan warna. Sekarang nama yang dipakai adalah Front Persatuan Islam. Kalau nanti dilarang lagi, entah nama apa lagi yang dipakai.

Pemerintah mengatakan selama ini sudah banyak melakukan take down terhadap akun medsos dan website FPI. Menkominfo Johnny G Plate menyebutkan Kominfo telah memblokir belasan TV Channel dan puluhan link URL yang berkaitan dengan FPI.

"Terdapat 12 TV Channel dan 83 URL yang dihentikan operasinya karena melanggar dan tidak sesuai dengan UU ITE, PP 71/2019 dan Peraturan Menkominfo 5/2020 dan peraturan lainnya di Indonesia," kata Menkominfo kepada detikINET.

Pemblokiran tersebut dilakukan, seperti dikatakan Menkominfo, karena dinilai telah melanggar beberapa peraturan yang berlaku di Indonesia. Namun, karena begitu mudahnya membuat akun medsos dan website, tampaknya daftar yang dimiliki Kominfo akan bertambah panjang.

(Tim/fay)