Facebook Akan Blokir Iklan yang Halangi Orang Divaksin

Facebook Akan Blokir Iklan yang Halangi Orang Divaksin

Josina - detikInet
Jumat, 16 Okt 2020 05:49 WIB
Ilustrasi Facebook
Foto: Reuters
Jakarta -

Facebook akan melarang iklan yang menghalangi orang untuk divaksinasi. Langkah ini merupakan kampanye kesehatan masyarakat baru dari perusahaan yang bertujuan untuk menyebarkan informasi vaksin flu.

Perubahan tersebut merupakan kebalikan dari kebijakan Facebook sebelumnya di mana mereka melarang iklan dengan informasi yang salah tentang vaksin tetapi tetap mengizinkan iklan yang menyatakan penolakan vaksin jika tidak mengandung klaim palsu.

Namun Facebook mengatakan melalui postingan di blog, bawa mereka masih akan mengizinkan iklan yang mendukung atau menentang undang-undang atau kebijakan pemerintah tentang vaksin, termasuk vaksin COVID-19.

Dilansir detiKINET dari The Guardian, Jumat (16/10/2020) konten dan diskusi anti-vaksin akan tetap diizinkan untuk ditampilkan secara organik di platform termasuk di grup Facebook.

Analisis Guardian menemukan keterlibatan dengan postingan anti-vaksin pada sampel halaman Facebook yang melonjak pada musim panas ini.

Seorang juru bicara Facebook mengatakan bahwa kebijakan periklanan Facebook secara keseluruhan lebih ketat dibandingkan standar komunitas yang berlaku untuk pengguna individu.

Perusahaan juga memiliki kebijakan lain tentang kesalahan informasi kesehatan di luar periklanan termasuk menandai pernyataan palsu untuk pemeriksaan fakta.

"Jika kami menghapus semua rumor dan hoaks, konten tersebut akan tetap tersedia di tempat lain di internet, ekosistem media sosial," kata juru bicara tersebut.

"Dengan membiarkan konten ini terbuka, ia menambahkan, kami dapat memberi orang-orang informasi dan konteks penting alih-alih menciptakan kekosongan informasi." lanjutnya.

Facebook mengatakan akan mulai memberlakukan peraturan baru ini dalam beberapa hari ke depan.

Perubahan itu terjadi ketika raksasa media sosial tersebut menghadapi tekanan dari anggota parlemen dan kelompok kesehatan masyarakat untuk menindaklanjuti informasi yang salah dan konten anti-vaksin.

Dalam posting blognya yang mengumumkan kebijakan informasi vaksin baru, Facebook mengatakan bahwa meskipun vaksin COVID-19 tidak akan tersedia untuk beberapa waktu, pandemi telah menyoroti pentingnya perilaku kesehatan pencegahan.

Pejabat kesehatan mengatakan mendorong orang untuk mendapatkan vaksin flu sangat penting tahun ini karena komunitas medis memerangi COVID-19 dan musim flu tahunan secara bersamaan.

Facebook mengatakan sedang bekerja dengan organisasi kesehatan masyarakat termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF untuk berbagi pesan vaksin di seluruh platform, memberi mereka analitik tentang cara menjangkau orang sebanyak mungkin.

"Vaksin selalu menjadi prioritas global untuk UNICEF, dan akan menjadi lebih penting lagi karena dunia terus memerangi COVID-19," kata Diane Summers, penasihat senior di UNICEF.

"Membangun permintaan vaksinasi di masyarakat di seluruh dunia adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa. Kolaborasi kami dengan Facebook adalah bagian dari upaya kami untuk mengatasi kesalahan informasi vaksin dan berbagi informasi yang bergema dan meyakinkan tentang vaksinasi," sambungnya.



Simak Video "Mark Zuckerberg Selancar Pakai Sunscreen Tebal, Netizen: Mirip Joker!"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)