Diblokir AS, WeChat Ganti Nama

Diblokir AS, WeChat Ganti Nama

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 19 Sep 2020 15:40 WIB
Ilustrasi WeChat
Foto: Istimewa
Jakarta -

Tencent mengubah nama aplikasi WeChat Work di Amerika Serikat (AS) untuk kalangan bisnis menjadi WeCom. Perubahan nama ini sebagai alternatif untuk menyelamatkan WeChat sebelum berlakunya blokir dari pemerintah AS.

Menurut United States Patent and Trademark Office, Tencent mendaftarkan merek dagang WeCom pada 19 Agustus 2020. Dua sumber Tencent yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan, WeCom tidak termasuk dalam cakupan larangan transaksi terkait WeChat di AS yang akan diterapkan Minggu (20/9/2020) pekan ini.

Merespons laporan ini, Tencent menolak berkomentar. Untuk diketahui, Wechat banyak digunakan oleh para ekspatriat China di AS untuk berkomunikasi dengan teman dan kolega mereka. Menurut data firma analitik Apptopia, aplikasi ini memiliki rata-rata 19 juta pengguna aktif harian di AS.

Dengan pergantian nama ini, setelah mengunduh WeCom, pengguna dapat menautkan akun WeChat mereka ke aplikasi yang baru dan menambahkan kontak WeChat mereka. Pengguna WeCom kemudian dapat mengirim pesan, membuat grup obrolan, bahkan menerima uang virtual. Teman WeChat mereka tidak perlu mendownload WeCom untuk bisa terhubung.

Dikutip dari South China Morning Post, tidak ada indikasi bahwa Tencent secara aktif mempromosikan WeCom di AS. Data Sensor Tower juga menyebutkan, tidak ada lonjakan unduhan WeCom dalam beberapa minggu terakhir.

Terkait larangan yang akan diberlakukan, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross akan merilis peraturan pada hari Minggu pekan ini untuk mengklarifikasi transaksi WeChat mana yang akan dilarang berdasarkan perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump.

Sebelumnya, departemen kehakiman AS mengatakan Ross tidak berencana menargetkan orang atau kelompok yang hanya mengunduh atau menggunakan WeChat untuk menyampaikan informasi pribadi atau bisnis.

Staf Tencent di AS secara historis menggunakan WeChat Work untuk berkomunikasi dengan kantor pusat perusahaan di Shenzhen, China. Tencent memiliki setidaknya 250 karyawan yang berbasis di AS.



Simak Video "Siap-siap! AS Bakal Blokir TikTok dan WeChat Mulai Besok"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)