Rabu, 25 Des 2019 14:13 WIB

Cari Markas Baru, TikTok Ogah Diasosiasikan dengan China

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: (Aisyah Kamaliah/detikcom)
Jakarta - ByteDance disebut tengah mencari lokasi untuk membangun kantor pusat TikTok di luar China. Alasannya? Mereka tengah mencoba untuk menghilangkan citra aplikasi yang berasal dari China.

Menurut seorang sumber, ada sejumlah kota yang dilirik sebagai lokasi kantor pusat itu, yaitu Singapura, London, dan Dublin. Sumber tersebut juga menyebut rencana pemindahan kantor pusat itu sudah dicetuskan sejak beberapa bulan lalu.

TikTok saat ini memang tak mempunyai kantor pusat, dan hanya mempunyai kantor utama yang berlokasi di Los Angeles, Amerika Serikat. Meski berlokasi di AS, CEO TikTok sendiri masih berbasis di Shanghai, China.

TikTok dan ByteDance yang merupakan induk usahanya saat ini tengah dipantau oleh regulator AS karena mereka adalah perusahaan yang berasal dari China. Malah aplikasi video singkat ini juga tak boleh diinstal ponsel alias diblokir oleh Angkatan Laut AS, tepatnya dilarang diinstal di ponsel milik pemerintah karena dianggap berbahaya untuk keamanan nasional.


Karena itulah bermacam laporan yang muncul menyebut TikTok sudah mencoba sejumlah strategi untuk 'menjauhkan diri' dari negara asalnya itu, demikian dikutip detikINET dari Business Insider, Rabu (25/12/2019).

Juru bicara TikTok tak menjawab secara gamblang isu pencarian kantor pusat tersebut. Mereka hanya menyatakan bahwa strategi terbaik untuk bisa bersaing adalah dengan memperkuat tim lokalnya.

"Kami sudah sangat jelas mengenai cara terbaik untuk berkompetisi di pasar di seluruh dunia adalah dengan memperkuat tim lokal..TikTok secara stabil sudah membangun manajemen di setiap negara tempat kami beroperasi," ujar juru bicara TikTok.

Simak Video "Pensiun Main TikTok, Ini Kesibukan Bowo Alpenliebe"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)