Jumat, 06 Sep 2019 10:19 WIB

Kata Gaspol soal Kontroversi Bos Taksi Malaysia Terkait Gojek

Aisyah Kamaliah - detikInet
Ilustrasi. Foto: Driver Gojek berdemo di depan Kedubes Malaysia (Farih Maulana Sidik/detikcom Ilustrasi. Foto: Driver Gojek berdemo di depan Kedubes Malaysia (Farih Maulana Sidik/detikcom
Jakarta - Bos taksi Malaysia Shamsubahrin Ismail melontarkan beberapa pernyataan kontroversial soal Indonesia, terkait dengan ekspansi Gojek ke negaranya. Hal ini pun ditanggapi oleh Gaspol, sebuah layanan transportasi online yang baru diluncurkan di Tanah Air.

"Kalau saya sih melihat dari Malaysia sih mungkin ada soal kebudayaan tertentu. Nggak boleh cowok ngangkut cewek, kalau di Malaysia kan," jelas Lisa Subandi CEO PT Gaspol Angkasa Surya.




Uniknya ia justru merasa hal tersebut membuat pihaknya terinspirasi melakukan inovasi untuk proyek Gaspol selanjutnya, selain Gascar.

"Kemungkinan, dengan adanya permasalahan itu, sebenarnya justru jadi membentuk pola pikir buat saya bahwa berarti nggak menutup kemungkinan juga nanti ada Lady Gascar buat perempuan ataupun bike-nya justru untuk cewek," ungkapnya.

Salah satu pernyataan kontroversial dari Datuk Shamsubahrin Ismail, bos Big Blue Taxi Malaysia, yakni menyebut Indonesia sebagai negara miskin. Hal ini pun berujung pada demo di Kedutaan Besar Malaysia, Selasa (3/9) lalu, hingga akhirnya muncul permintaan maaf dari yang bersangkutan. Selain itu, seperti dikutip dari Free Malaysia Today, ia juga sempat mengatakan bahwa di Indonesia wanita dapat begitu saja memeluk driver ojek online.



Kata Gaspol soal Kontroversi Bos Taksi Malaysia Terkait Gojek


Simak Video "Tekan Pengeluaran Mitra Driver, Gojek Luncurkan Pojok Swadaya"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/rns)