Toko Ritel Masa Depan: Perpaduan Online dan Offline

Toko Ritel Masa Depan: Perpaduan Online dan Offline

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 14 Nov 2018 12:50 WIB
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Kehadiran e-commerce sempat dikhawatirkan akan menggusur toko offline. Tapi perkembangan saat ini justru memperlihatkan tren perpaduan online dan offline dalam mewujudkan toko ritel masa depan.

Bicara mengenai hal tersebut, Asia Head of Trends & Insights TrendWatching Acacia Leroy mengambil contoh dari kondisi pasar ritel di China. Bisnis e-commerce secara online mengalami perkembangan signifikan, tapi tetap tak bisa menggeser toko fisik.

"Sekarang e-commerce, belanja digital, berkembang dengan cepat di China. Tapi 80% dari pasar retail sebenarnya masih terjadi di toko offline," ujar Acacia saat berbicara di Global Trend Event di Grand Indonesia, Jakarta.




Ia pun mengambil contoh inovasi yang dilakukan Taobao, e-commerce marketplace yang dimiliki Alibaba. Saat ini, di China Taobao telah menggandeng toko offline untuk membentuk apa yang disebut toko ritel masa depan.

Pelanggan yang ingin berbelanja di toko offline yang bermitra dengan Taobao, kini bisa berbelanja menggunakan aplikasi milik Taobao. Selain itu, ada juga cermin ajaib di toko yang dapat mengenali pengguna serta memberikan rekomendasi belanja yang disesuaikan dengan preferensi pelanggan.

"Brand justru menggunakan yang terbaik dari dunia online, data pelanggan, teknologi digital, untuk mengubah experience di retail fisik dan untuk membuatnya lebih relevan, lebih mulus, dan lebih nyaman untuk pelanggan," jelas Acacia.




Ia juga menyebut bahwa teknologi serupa kini telah hadir di Indonesia. Perpaduan toko online dan offline ini dibawa oleh JD.id lewat toko tanpa kasirnya yang baru-baru ini buka di Jakarta.

"Ini merupakan perpaduan antara dunia online dan offline untuk memberikan kalian experience pelanggan yang lebih relevan," pungkas Acacia.





Tonton juga 'Kesepakatan Pertama Mendag ASEAN di Bidang E-Commerce':

[Gambas:Video 20detik]

(rns/krs)