BERITA TERBARU
Rabu, 04 Jul 2018 11:16 WIB

Nadiem Buka-bukaan Soal Masa Depan Go-Jek

Virgina Maulita Putri - detikInet
Driver Go-Jek. Foto: Lamhot Aritonang Driver Go-Jek. Foto: Lamhot Aritonang
FOKUS BERITA Go-Jek Jadi Go-Viet
Jakarta - Pendiri dan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim memiliki beberapa visi untuk perusahaannya ke depan. Setelah mengumumkan akan beroperasi di Vietnam dan Thailand, Go-Jek berniat untuk segera mendaftar Initial Public Offering (IPO).

Nadiem secara pribadi ingin perusahaannya untuk mendaftar IPO di Indonesia. Menurutnya hal itu akan sangat membanggakan bagi negara dan juga bagi perusahaannya.

"Jika anda menanyakan saya secara pribadi, sesuatu yang menjadi impian saya adalah untuk mendaftar di Indonesia, itu sesuatu yang akan menjadi sumber kebanggaan yang luar biasa bagi negara dan juga bagi perusahaan," kata Nadiem dalam wawancara dengan CNBC, seperti dikutip detikINET, Selasa (3/7/2018).



Nadiem sendiri belum mengetahui kapan dan di mana Go-Jek akan mendaftar untuk IPO. Tetapi Nadiem memastikan bahwa perusahaannya memang sudah berniat untuk go public.

Sebelumnya, pada bulan Maret 2018 Presiden Go-Jek, Andre Soelistyo telah bertemu dengan petinggi Bursa Efek Indonesia untuk membicarakan ketentuan IPO.

Namun sebelum mendaftar untuk IPO, Go-Jek ingin mencapai target internalnya terlebih dahulu, yaitu profitabilitas. "Saya pikir jalan menuju profitabilitas merupakan kriteria yang utama untuk menentukan waktu IPO," jelas Nadiem.

Nadiem sendiri tidak tahu kapan perusahaannya akan memperoleh keuntungan, tapi ia berharap hal tersebut akan dicapai dalam beberapa tahun ke depan.

"Ada begitu banyak ruang untuk berkembang, dan untuk berinvestasi lebih jauh ke dalam pertumbuhan pasar tersebut sangat masuk akal jadi saya pikir kita tidak akan tahu jawaban dari pertanyaan tersebut sampai kita melihat apa yang akan terjadi di 6-12 bulan pertama di pasar yang lain," kata Nadiem.

Selain itu, Nadiem juga menjelaskan ambisinya untuk Go-Jek di masa depan. Ia ingin Go-Jek untuk diingat sebagai perusahaan yang memanfaatkan teknologi untuk mendongkrak ekonomi.



"Saya berharap Go-Jek akan dibicarakan sekitar 10 tahun dari sekarang, 20 tahun dari sekarang sebagai perusahaan yang membuktikan bahwa teknologi sesungguhnya merupakan kunci untuk melancarkan ekonomi," jelasnya.

"Jadi itu harapan saya, harapan saya adalah ini akan menjadi cetak biru untuk pengembangan di seluruh dunia," tutupnya. (fyk/fyk)
FOKUS BERITA Go-Jek Jadi Go-Viet

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed