Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
TM Roh Ungkap Rahasia AI Samsung yang Diam-diam Mengubah Hidup

TM Roh Ungkap Rahasia AI Samsung yang Diam-diam Mengubah Hidup


Adi Fida Rahman - detikInet

TM Roh, President and Head of Mobile eXperience Business at Samsung Electronics
TM Roh Ungkap Rahasia AI Samsung yang Diam-diam Mengubah Hidup Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Daftar Isi
Jakarta -

Presiden dan CEO Samsung Electronics, TM Roh, membeberkan visi jangka panjang perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI) yang dinilainya akan mengubah kehidupan sehari-hari secara diam-diam, tanpa banyak disadari pengguna. Menurutnya, teknologi AI terbaik bukanlah yang paling mencolok, melainkan yang intuitif, andal, dan menyatu secara alami dengan rutinitas manusia.

Dalam pemaparannya, TM Roh menegaskan bahwa teknologi yang benar-benar hebat tidak menuntut perhatian terus-menerus. "Teknologi terbaik adalah yang bekerja secara intuitif dan tidak memerlukan intervensi berulang dari pengguna," ujarnya dikutip dari Fonearena. AI, dalam pandangan Samsung, seharusnya hadir sebagai pendamping yang membantu, bukan teknologi yang merepotkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

AI Tak Perlu Pamer, Harus Bisa Dipercaya

TM Roh menjelaskan bahwa banyak teknologi transformatif di masa lalu berawal sebagai inovasi mahal dan eksperimental yang penuh sensasi. Namun, teknologi yang benar-benar membentuk masyarakat justru berevolusi menjadi andal, terjangkau, dan digunakan secara luas.

Ia mengaitkan hal ini dengan Hukum Amara, yang menyebut manusia kerap melebih-lebihkan dampak teknologi dalam jangka pendek, tetapi meremehkan dampaknya dalam jangka panjang.

Khusus AI, tingkat kesadaran publik saat ini sudah sangat tinggi. Bahkan, sekitar 86 persen pengguna ponsel disebut telah berinteraksi dengan AI dalam berbagai bentuk.

Meski demikian, TM Roh menekankan bahwa nilai AI bukan pada kebaruannya, melainkan pada kemampuannya memahami konteks, niat pengguna, serta memberikan hasil yang konsisten dan dapat dipercaya.

Galaxy AI di S25 UltraGalaxy AI di S25 Ultra Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Bahasa, Aksesibilitas, dan Keamanan Jadi Fondasi

Lebih jauh, TM Roh menyoroti beberapa area krusial yang harus dikuasai oleh infrastruktur AI. Pertama adalah pemahaman bahasa. AI harus mampu bekerja lintas dialek, aksen, dan konteks dunia nyata. Kesalahan kecil dalam pemahaman bahasa, terutama pada fitur terjemahan, dapat berujung pada konsekuensi nyata bagi pengguna.

Kedua adalah aksesibilitas. Fitur seperti teks waktu nyata, deskripsi gambar, dan ringkasan sederhana dinilai bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama agar AI dapat digunakan semua kalangan. "Aksesibilitas bukan opsi, tapi dasar untuk pemahaman yang konsisten," tegas TM Roh.

Ketiga, dan tak kalah penting, adalah kepercayaan dan keamanan. AI kini beroperasi di wilayah yang sangat personal, mulai dari pesan, foto, data keuangan, hingga informasi kesehatan. Menurut TM Roh, adopsi AI secara luas hanya akan terjadi jika pengguna merasa memiliki kendali penuh atas data mereka, dengan privasi dan keamanan yang dijadikan standar utama.

Samsung juga menaruh perhatian besar pada aspek universalitas dan kemudahan penggunaan. AI harus mampu bekerja konsisten di berbagai bahasa, budaya, dan perangkat.

"AI terbaik sering kali berada di latar belakang," ungkap TM Roh, seraya menekankan bahwa kesederhanaan dan intuitivitas menjadi kunci adopsi massal.

Selain itu, kinerja AI harus cepat, responsif, dan andal, tanpa mengorbankan privasi. Transparansi dalam pengelolaan data serta pilihan kontrol bagi pengguna menjadi elemen penting untuk membangun kepercayaan jangka panjang.

Galaxy AIGalaxy AI Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Menatap masa depan, TM Roh juga membahas evolusi menuju AI agentik. Pada fase ini, AI tidak hanya memberikan jawaban, tetapi mampu menyelesaikan tugas hingga tuntas, mengelola aktivitas rutin, dan mengorganisasi informasi penting tanpa perlu campur tangan pengguna secara terus-menerus.

Ia meyakini pendekatan ini akan mengurangi gesekan dalam kehidupan sehari-hari dan membuat teknologi benar-benar terasa membantu. Ukuran keberhasilan AI, menurut TM Roh, bukan pada skor teknis atau perbandingan antarplatform, melainkan pada momen sederhana ketika teknologi mempermudah manusia menjalani hidup.

Bagi Samsung, visinya jelas: menghadirkan AI sebagai "infrastruktur tak terlihat"-praktis, inklusif, dan terpercaya-yang bekerja di balik layar untuk membantu lebih banyak orang berinteraksi, memahami, dan bertindak dengan lebih mudah dalam kehidupan sehari-hari.




(afr/afr)





Hide Ads