TV Premium LG Mulai Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp 17 Juta - Halaman 2

TV Premium LG Mulai Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp 17 Juta

Adi Fida Rahman - detikInet
Sabtu, 23 Apr 2022 21:45 WIB
LG OLED
Foto: LG

LG QNED Mini LED TV

LG QNED Mini LED TV membawa serta dua teknologi utama LG pada layarnya. Quantum Dot di satu sisi yang memiliki keahlian dalam menghadirkan gelombang warna tanpa distorsi, berpadu dengan Mini LED yang berwujud susunan lampu LED seukuran 1/40 dibanding lampu LED biasanya pada panel yang membuat reproduksi warna lebih detail dan konsisten pada tiap bagian layarnya.

Hal inilah yang membuat LG QNED Mini LED TV memiliki superioritas tinggi dalam hal warna yang kaya dengan akurasi reproduksinya yang lebih tinggi. Tak sekedar klaim sendiri, untuk kemampuan ini, LG QNED Mini LED TV telah mendapat sertifikasi dari Intertek sebagai agensi pengujian internasional. Pengakuan ini diberikan untuk kemampuannya dalam menyajikan warna dengan volume dan konsistensi mencapai 100%.

Dari sisi pilihan bentang layar keseluruhan serinya di tahun ini, LG QNED TV tersedia dalam empat pilihan. Mulai yang terbesar berturut-turut yaitu bentang layar 86 inci, 75 inci, 65 inci hingga 50 inci menjadi yang terkecil diantara seluruh koleksinya. Sementara bicara pilihan tingkat resolusi, seri tertinggi QNED Mini LED TV di tahun 2022 ini tersedia dalam opsi 8K yang akan menyusul meluncur segera.

LG OLEDLG OLED Foto: LG

Melengkapi daya tarik kedua koleksi besar TV premiumnya ini, LG membekalinya dengan dukungan fasilitas bagi penunjang kebutuhan gaming generasi terkini. Hal ini dilakukan dengan menyiapkan dukungan pada berbagai fitur dari HDMI 2.1. Seperti halnya Auto Low Latency Mode (ALLM) dan enhanced Audio Return Channel (eARC).

Disamping itu, LG pun mempertahankan keberadaan Game Optimizer pada OLED TV dan QNED Mini LED TV terbarunya ini. Fitur terintegrasi yang diantaranya memudahkan pengguna untuk melakukan pengaturan nuansa gambar sesuai dengan genre game ini langsung meraih popularitasnya sejak diperkenalkan pada tahun lalu.

"Peningkatan pada gambar dan suara berbasis AI serta interaksi lebih baik dengan rentang bentang layar yang lebih lebar, memberi peluang bagi lebih banyak orang untuk menikmati kecanggihan baru yang dapat diharapkan dari sebuah TV," tutup Lee Taejin.

(afr/afr)