Huawei Punya Prosesor Desktop dengan 24 Core

Huawei Punya Prosesor Desktop dengan 24 Core

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 12 Agu 2020 22:08 WIB
LAS VEGAS, NV - JANUARY 09:  The Huawei logo is display during CES 2018 at the Las Vegas Convention Center on January 9, 2018 in Las Vegas, Nevada. CES, the worlds largest annual consumer technology trade show, runs through January 12 and features about 3,900 exhibitors showing off their latest products and services to more than 170,000 attendees.  (Photo by David Becker/Getty Images)
Foto: David Becker/Getty Images
Jakarta -

Huawei disebut tengah bersiap merilis prosesor desktop mereka yang menggunakan arsitektur ARM, dan prosesor tersebut kabarnya lebih kencang dari Intel Core i9-9900K dalam beberapa skenario.

Prosesor tersebut secara internal dikenal dengan nama Pangu, dan mempunyai 24 core Kunpeng 920 3211K, dengan ukuran 60mm x 75mm dan sudah tersolder ke motherboard, yang mendukung RAM DDR4 64GB dengan kecepatan 3200MHz.

Ada slot PCIe 3.0 untuk kartu ekspansi, yang terbagi jadi satu slot x16, satu slot x4, dan satu slot x1. Sementara untuk storage ada dua slot M.2 dan enam port SATA 3.0, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Rabu (12/8/2020).

Prosesor ini merupakan bagian dari keluarga CPU Kunpeng 920 yang dirilis pada Januari 2019 lalu. Prosesor ini sejatinya untuk dibuat untuk dipakai di server, namun kini diadaptasi untuk dipakai di platform desktop.

Basisnya adalah microarchitecture TaiShan v110 yang mempunyai 64 ARM v8.2 core dengan kecepatan 2,6GHz namun bisa ditingkatkan sampai dengan 3 GHz, dan Huawei memproduksi prosesor tersebut dengan pabrikasi 7nm.

Ada seseorang yang mengaku sudah menjajal varian paling dasar dari prosesor ini. Yaitu prosesor Kunpeng 920 2249K delapan core, RAM 16GB, SSD DTST 256GB, dan kartu grafis Yeston RX550.

Sistem operasi yang dipakai adalah Unified Operating System, yang merupakan distro Linux berbasis Deepin dan dikembangkan oleh Tongxin Software sebagai pengganti Windows di China.

Hasil benchmark yang didapat dari prosesor tersebut menunjukkan kalau Pangu mendapat skor multi core lebih tinggi dari Intel Core i9-9900K, meski tak disebut bagaimana hasil pengujian single corenya. Uniknya, sistem tersebut dijalankan dengan power supply 200 Watt, berbeda dengan sistem dengan Core i9-9900K yang lebih boros daya.

Kunpeng 920 2249K tersebut bisa menyelesaikan benchmark Blender BMW dalam waktu 11 menit 47 detik, lebih cepat dari Core i9-9900K yang membutuhkan 16 menit 45 detik. Sayangnya, UOS yang dipakai ini sangat terbatas dalam hal kompabilitas software, dan tak punya emulasi untuk menjalankan aplikasi x86 yang populer.

Secara garis besar, Kunpeng 920 jauh lebih baik dibanding prosesor x86 buatan Zhaoxin, yang performanya jauh di bawah prosesor buatan Intel.

Tampaknya Huawei menyiapkan Kunpeng 920 ini untuk menghadapi rencana pemerintah China yang bakal mengganti semua hardware dan software di PC yang dipakai di institusi publik pada 2022 mendatang.



Simak Video "Huawei Nova 7 Bisa Rekam Video 2 Arah, Ini Spesifikasinya"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)