Belakangan ini nama Bayu Fedra Abdullah (25) yang tampil di konferensi global BlackHat MEA dan BlackHat Europe sedang viral di media sosial. Laki-laki asal Solo itu kini telah bekerja menjadi application security engineer di salah satu perusahaan exchange di Singapura.
Sukses mengharumkan nama bangsa, mahasiwa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu sontak jadi panutan. Nah, kalau kamu tertarik bekerja di bidang yang sama dengan Fedra, dia membocorkan beberapa hal dasar yang harus dikuasai.
"Nah, kalau basic-nya sendiri itu tuh, perlu belajar fundamental yaitu programming, sistem operasi, jaringan, kriptografi, lalu CVE/CWE. Wajib banget belajar fundamentalnya," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah tahu fundamental, yang penting selanjutnya adalah langsung praktik. Caranya bisa dengan ikut kompetisi cyber security.
"Ada yang namanya program bug bounty, terus banyak-banyak ngerjain labs. Di bidang ini tuh ada kayak lab atau platform-platform buat pembelajaran. Bisa belajar di situ juga," terangnya.
Saran selanjutnya dari Fedra adalah ikutan komunitas. Di dalam komunitas, biasanya para anggota saling sharing materi untuk pembelajaran. Kalau tidak paham, kamu bisa langsung tanya-tanya dan pasti bakal dijawab anggota lain.
"Di situ kita bisa ketemu banyak teman, bisa menambah insight baru," akunya.
Belajar di YouTube bisa nggak?
"YouTube ada semua (tutorial -- red). Beneran. Tutorial di YouTube itu ada. Cuma sekarang di YouTube mulai banned yang berbau hacking dan cyber security, tapi di YouTube tetap ada banyak tutorialnya," ungkap Fedra.
Saat ini, sayangnya di sekolah, belum ada yang benar-benar mengajarkan soal hacking. Akan tetapi, sekarang sudah ada yang namanya LKS cyber security.
"Sudah mulai ada lomba di SMK yang memang dikhususkan untuk anak SMK. Untungnya kalau di SMK-ku, memang guruku melek cyber security dan ngarahin untuk itu," tuturnya.
Bahasa Inggris gimana?
Bahasa Inggris bisa dibilang penting nggak penting, tapi pengaruhnya besar. Oleh karenanya, Fedra menyarankan untuk belajar Bahasa Inggris mulai dari sekarang.
"Kalau cuma pengen berkarier di Indonesia aja, ya nggak penting. Nggak terlalu penting kalau memang pengennya di Indonesia aja. Tapi kalau di luar negeri, ya mau nggak mau, harus bisa," katanya.
Fedra sendiri mengaku baru belajar Bahasa Inggris pada 2023. Saat masuk ke tempat kerjanya sekarang, Fedra hampir tidak diterima. Bukan karena skill, tapi karena kendala bahasa yang terasa.
"Aku tuh satu kerjaan sama si Fani Akbar (teman satu timnya dulu). Lead-nya bilang kalau aku secara skill oke banget, cuman Bahasa Inggrisnya yang kurang. Nah, waktu itu aku dibilangin sama si Fani, "Aku yang jamin dia pasti bakal belajar Bahasa Inggris dalam waktu cepat"," kenangnya.
Alhasil, Fedra seakan 'terpaksa' untuk dapat berbahasa Inggris dengan piawai.
"Jadi terpaksa bisa karena hari-hari dipaksa pakai Bahasa Inggris. Secara singkat, Bahasa Inggris penting banget kalau pengen ngembangin karier. Penting banget kalau pengen punya karier bagus," tandasnya.
(ask/rns)

