Tahun Ini Smartphone 5G Diprediksi Terjual 250 Juta Unit

Tahun Ini Smartphone 5G Diprediksi Terjual 250 Juta Unit

Josina - detikInet
Kamis, 06 Agu 2020 11:41 WIB
FILE PHOTO: An employee displays a Huawei 5G Smartphone Mate 20X smartphone at a Sunrise telecommunications shop in Opfikon, Switzerland June 21, 2019. REUTERS/Arnd Wiegmann/File Photo
Tahun Ini Smartphone 5G Diprediksi Terjual 250 Juta Unit. (Foto: Arnd Wiegmann/Reuters)
Jakarta -

Beberapa media dan lembaga penelitian sebelumnya telah menurunkan penjualan smartphone biasa dan smartphone 5G karena adanya penurunan permintaan pasar dampak dari pandemi COVID-19.

Namun melihat pasar China yang luar biasa, sumber media di sana telah memperkirakan bahwa pengiriman smartphone 5G akan lebih tinggi daripada sebelumnya yang diprediksi hanya kurang dari 200 juta unit.

Dalam laporan terbaru dari DigiTimes memprediksi bahwa pengiriman smartphone 5G secara global akan melebihi 250 juta unit pada tahun ini. Proporsi pengiriman smartphone global tahun ini juga akan melebihi 25%.

Namun dalam prediksi terbarunya, DigiTimes tetap tidak meningkatkan ekpekstasi pengiriman smartphone global. Mereka masih prediksi pengiriman akan turun menjadi 1,15 miliar unit angka yang turun dari tahun ke tahun sebesar 15,2%.

Dilansir detikINET dari Gizmochina, dalam laporan sebuah sumber mengatakan bahwa produsen smartphone China telah meluncurkan sejumlah besar unit smartphone 5G entry-level dan menengah.

Hal ini dikatakan akan meningkatkan permintaan pasar untuk pembelian. Akan ada 170 juta unit smartphone 5G yang dikirimkan di China.

Dalam laporan tersebut, DigiTimes juga meramalkan bahwa ponsel 5G akan menyumbang 52,7% dari smartphone yang baru dijual di China tahun ini. Artinya bahwa penjualan smartphone 5G melebihi smartphone non-5G.

Berkat adanya promosi smartphone 5G, sumber juga memperkirakan bahwa pengiriman smartphone China di kuartal kedua tahun ini akan sama dengan tahun lalu atau hanya turun sedikit.

Namun pengiriman tahun ini masih diperkirakan menurun sebesar 10,3%. Ini lebih baik dari penurunan 17,1% yang diharapkan dari pasar di luar negeri.

Smartphone 5G yang awalnya hanya tersedia untuk perangkat high-end, kini sudah banyak ponsel yang mendukung 5G di kelas menengah sehingga tentunya minat pembeli akan meningkat.

Salah satunya adalah penjualan smartphone Realme V5 yang muncul dengan beragam fitur menarik seperti dukungan 5G, baterai 5.000 mAh, chip Snapdragon 720G, pengisian cepat 30W, bentang layar 6,5 inchi yang dibanderol USD 200 atau sekitar Rp 2,9 jutaan.



Simak Video "Suramnya Industri Ponsel Dihantam Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)