Selasa, 20 Nov 2018 11:03 WIB

Adakah Cara untuk HTC Selamat dari Lubang Jarum?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
U11+, ponsel flagship HTC yang bisa jadi hanya diteruskan oleh U12+. Foto: The Verge U11+, ponsel flagship HTC yang bisa jadi hanya diteruskan oleh U12+. Foto: The Verge
Jakarta - Baru-baru ini, HTC mengumumkan bahwa pihaknya membatalkan rencana untuk membuat ponsel flagship. Awalnya, mereka ingin membuat penerus HTC U12+ pada paruh pertama 2019.

Entah hanya gimmick saja atau memang kondisi internalnya sedang tidak baik, tapi keputusannya tentu mengundang tanda tanya. Apakah sudah seharusnya vendor asal Taiwan ini menyerah dari industri ponsel?


Terlebih, dua ponsel anyarnya, yaitu Exoudus-1 dan U12 Life belum mampu memberikan kontribusi nyata terkait dengan angka penjualannya. Padahal, keduanya tak bisa dibilang tidak menarik sama sekali.

Exodus-1 adalah ponsel berbasis blockchain pertama yang diproduksi oleh vendor global. Sedangkan U12 Life menghadirkan spesifikasi terbilang tinggi dengan harga setara ponsel kelas menengah.

"Pengapalan smartphone terus merosot bagi HTC dengan ponsel anyarnya seperti U12+ tidak mampu memberikan persaingan yang nyata di pasaran, dan hasilnya HTC sudah mulai keluar dari berbagai pasar secara global," ujar Kiranjeet Kaur, peneliti dari IDC.

Tahun ini, HTC memang diketahui sudah menarik diri dari pasaran India. Di samping itu, pemangkasan karyawan sudah dilakukannya beberapa kali di kalender 2018 ini.


"HTC terus meluncurkan ponsel-ponsel yang menarik perhatian, seperti ponsel blockchain Exodus 1, tanpa menyasar inti masalahnya, yaitu jalur distribusi yang terbatas, tenaga kerja yang menipis, dan nama brand yang rusak," kata Neil Mawston dari Strategy Analytics.

Dari sisi HTC sendiri, Cher Wang selaku chairman mengatakan bahwa ia ingin pihaknya untuk fokus dalam membuat produk untuk pasar smartphone kelas menengah, sebagaimana detikINET kutip dari Forbes, Selasa (20/11/2018).

Dari situ, ia berharap untuk memperbaiki citra perusahaan secara luas. Sedangkan untuk saat ini, mereka masih terus memompa uangnya ke Vive, perangkat virtual reality miliknya.


"Vive bisa membantu HTC untuk selamat. HTC akan menjaga operasionalnya. Produk ini kerap disejajarkan dengan produk milik Sony dan Facebook di Asia," kata Kaur.

Hal senada sempat diungkapkan oleh HTC. Pada Juli lalu, vendor tersebut mengatakan Vive terus melaju kencang dalam hal penjualan. Menarik untuk ditunggu apakah mereka bisa selamat dengan mengandalkan virtual reality dan bisa sukses ketika fokus ke pasar smartphone kelas menengah. (mon/mon)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed