Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Arkeolog Ungkap Misteri Ribuan Lubang Aneh di Peru

Arkeolog Ungkap Misteri Ribuan Lubang Aneh di Peru


Rachmatunnisa - detikInet

Sebuah gunung di Peru menyimpan ribuan lubang misterius yang sudah lama membuat ilmuwan penasaran. Lubang-lubang yang berjumlah lebih dari 5.000 itu kini mulai terungkap fungsinya setelah diteliti para arkeolog.
Sebuah gunung di Peru menyimpan ribuan lubang misterius (Foto: Cambridge University)
Jakarta -

Sebuah gunung di Peru menyimpan ribuan lubang misterius yang sudah lama membuat ilmuwan penasaran. Lubang-lubang yang berjumlah lebih dari 5.000 itu kini mulai terungkap fungsinya setelah diteliti para arkeolog.

Para ilmuwan menduga struktur yang dikenal sebagai 'Band of Holes' ini dulu digunakan sebagai sistem perdagangan sekaligus pencatatan barang oleh masyarakat kuno di wilayah Andes.

Situs Monte Sierpe terletak di Lembah Pisco, Peru selatan. Lubang-lubang itu membentang hingga sekitar 1,5 kilometer di sepanjang punggung bukit dan tersusun dalam blok-blok yang dipisahkan jalur kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap lubang berdiameter sekitar 1-2 meter dan kedalamannya mencapai sekitar 1 meter. Jumlahnya diperkirakan sekitar 5.200 buah, disusun dalam pola yang tampak sangat teratur. Selama puluhan tahun, para ilmuwan memiliki berbagai teori untuk menjelaskan fungsi lubang tersebut, mulai dari tempat penyimpanan, sistem pertanian, hingga penangkap air atau kabut.

Diduga jadi pasar kuno

Studi terbaru yang dipimpin oleh Dr. Jacob L. Bongers, arkeolog digital dari University of Sydney, menemukan petunjuk baru setelah tim meneliti situs ini menggunakan pemetaan drone dan analisis sisa tanaman mikroskopis.

ADVERTISEMENT

Hasilnya menunjukkan adanya jejak serbuk sari jagung, alang-alang, dan tanaman lain yang biasa digunakan untuk membuat keranjang atau mengemas barang. Temuan ini menunjukkan bahwa orang-orang kuno kemungkinan meletakkan barang dagangan atau bahan tanaman di dalam lubang tersebut, bukan sekadar terbentuk secara alami.

Seperti dikutip dari Earth.com, Selasa (17/3/2026) lokasinya juga berada di zona pertemuan antara wilayah pesisir dan dataran tinggi Andes, sehingga cocok menjadi titik pertemuan pedagang dari berbagai daerah.

Para peneliti juga menemukan bahwa pola lubang mengikuti susunan angka tertentu, seperti baris yang berulang atau kombinasi jumlah yang berbeda antar blok. Pola ini mengingatkan para ilmuwan pada khipu, yaitu sistem tali simpul yang digunakan oleh peradaban Inca untuk menghitung dan mencatat informasi.

"Pemeriksaan citra menunjukkan pola numerik yang menarik dalam tata letaknya," kata Jacob L. Bongers, arkeolog digital dari University of Sydney yang memimpin penelitian tersebut.

Menurutnya, temuan ini memberi petunjuk bahwa lubang-lubang tersebut mungkin berfungsi sebagai cara visual untuk menghitung barang atau tenaga kerja. Ia menambahkan bahwa hasil penelitian ini membuka perspektif baru tentang cara masyarakat kuno mengelola perdagangan dan sumber daya.

"Temuan kami membawa implikasi penting untuk memahami akuntansi, pertukaran, dan pengelolaan sumber daya di Andes," ujar Bongers.

Meski teori baru ini cukup kuat, para ilmuwan menegaskan bahwa fungsi situs tersebut masih perlu penelitian lebih lanjut. Sampel arang dari salah satu lubang menunjukkan situs ini kemungkinan digunakan sekitar abad ke-14, sebelum atau pada masa awal ekspansi Kekaisaran Inca.

Para peneliti juga masih mencoba memahami mengapa struktur unik seperti ini hanya ditemukan di Monte Sierpe dan tidak tersebar luas di wilayah Andes lainnya. Namun satu hal mulai jelas, ribuan lubang yang dulu dianggap misterius kemungkinan adalah bagian dari sistem ekonomi dan pencatatan masyarakat kuno yang jauh lebih canggih dari yang diperkirakan sebelumnya.




(rns/fay)




Hide Ads