Ekonomi Digital RI Menggeliat, Pusat Data di Bekasi Berkapasitas 72MW Dibangun

Ekonomi Digital RI Menggeliat, Pusat Data di Bekasi Berkapasitas 72MW Dibangun

ADVERTISEMENT

Ekonomi Digital RI Menggeliat, Pusat Data di Bekasi Berkapasitas 72MW Dibangun

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 14 Des 2022 16:45 WIB
ST Telemedia Global Data Centres atau STT GDC Indonesia mengumumkan telah merampungkan struktur bangunan pusat data pertamanya di Indonesia yang dinamainya STT Jakarta 1.
STT GDC Indonesia mengumumkan telah merampungkan struktur bangunan pusat data pertamanya di RI bernama STT Jakarta 1. Foto: STT GDC Indonesia
Jakarta -

ST Telemedia Global Data Centres atau STT GDC Indonesia mengumumkan telah merampungkan struktur bangunan pusat data pertamanya di Indonesia yang dinamainya STT Jakarta 1. Apa keunggulannya?

Pembangunan pusat data ini dikembangkan bersama Triputra Group yang merupakan perusahaan Indonesia dan Temasek sebuah perusahaan investasi global. STT Jakarta 1 sendiri mendukung hingga 19,5 megawatt ketika beroperasi penuh pada kuartal kedua 2023 mendatang.

"Pencapaian ini adalah tonggak strategis bagi kami memasuki pasar pusat data Indonesia, sekaligus menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi kami sebagai penyedia pusat data terkemuka di Asia Pasifik," ujar CEO, Asia Tenggara, STT GDC, Lionel Yeo dalam keterangan tertulisnya.

STT Jakarta 1 berdiri di atas lahan seluas 18.000 meter persegi di Kabupaten Bekasi. STT GDC Indonesia mengungkapkan kehadiran pusat data besutannya itu untuk menjawab kebutuhan perusahaan-perusahaan hyperscalers, serta perusahaan lokal dan multinasional di berbagai bidang, mulai dari perbankan dan keuangan, konten, game, sampai e-Commerce.

STT Jakarta 1 disebut akan menyediakan infrastruktur digital guna memenuhi kebutuhan akan layanan digital dan cloud yang terus meningkat.

Berbicara soal konektivitas, STT GDC Indonesia bekerjasama dengan Moratelindo, penyedia infrastruktur dan jaringan telekomunikasi untuk mendirikan mendirikan point-of-presence (PoP) di STT Jakarta 1 untuk melayani kebutuhan konektivitas pelanggan domestik, regional dan internasional di pusat data.

PoP merupakan lokasi fisik, di mana beberapa jaringan dan perangkat komunikasi saling terkoneksi, dan umumnya dilengkapi dengan network interface seperti network switches, router, dan server, yang membantu pengguna terhubung dengan internet, mitra bisnis, kantor cabang, dan layanan cloud publik.

"Kami optimis bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan memacu berbagai bisnis melakukan digitalisasi demi memenuhi permintaan konsumen digital yang terus berkembang," kata Country Head STT GDC Indonesia, Hendra Gozali.

Adapun pusat data ini diklaim sesuai standar global yang ketat terkait keamanan dan keberlangsungan bisnis dengan berstandar TIA-942 Rated-3 yang memastikan kelancaran operasional apabila terjadi sesuatu yang tidak diduga-duga. Selain itu juga, menyediakan tingkat redundansi tinggi untuk daya, penyimpanan, komputasi, dan kapasitas jaringan.

Seiring dengan itu, STT GDC Indonesia tengah dalam proses memperoleh memperoleh sertifikasi Uptime Tier-3 Tier Certification of Design Documents, LEED Gold, serta berbagai program kualifikasi ISO dan Threat Vulnerability Risk Assessment (TVRA) untuk memastikan lingkungan operasional yang aman dan optimal.



Simak Video "Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai USD 77 Miliar Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT