COVID-19 Menggila di China, Pabrik Komponen Samsung Terancam Tutup

COVID-19 Menggila di China, Pabrik Komponen Samsung Terancam Tutup

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 19 Apr 2022 09:15 WIB
Pabrik Samsung
Pabrik Samsung. Foto: Gizchina
Jakarta -

Selama beberapa hari terakhir, kasus penyebaran COVID-19 di China sangat mengkhawatirkan, sejumlah wilayah sampai harus melakukan lockdown. Kondisi ini berimbas pada pabrik semikonduktor memori Samsung .

Pabrik Samsung di Xian memproses 250.000 lembar wafer per bulan, menyumbang 40 persen dari total produksi flash NAND perusahaan. Ketika Xian lockdown pada 22 Desember 2021, Samsung Electronics mengoperasikan fasilitas secara fleksibel, dengan personil yang tetap berada di dalam pabrik.

Kali ini, pabrik tidak memiliki masalah operasional karena otoritas Xian telah mengizinkan karyawan bekerja di fasilitas produksi. Namun jika lockdown berkepanjangan, produksi pasti akan terganggu.

Karena kalau logistik terhambat disebabkan kekhawatiran akan penyebaran COVID-19, pasokan bahan baku dapat terhambat dan pengiriman produk dapat tertunda.

Kamar Dagang AS di China memperkirakan bahwa lockdown di Shanghai menyebabkan gangguan logistik pada 57 persen perusahaan yang melakukan bisnis di China. Quanta Computer, produsen utama MacBook Apple, telah menghentikan operasi pabriknya. Samsung Electronics juga mengalami gangguan dalam produksi laptop.

Samsung kabarnya sudah berencana untuk mengekspor produksinya ke Texas, di sebuah pabrik besar yang menempati 1200 hektar. Namun hingga kini belum informasi tanggal pembukaannya.

Selain itu Samsung Electronics telah memutuskan untuk meningkatkan penggunaan suku cadang daur ulang dalam perbaikan ponsel cerdas sebagai bagian dari upaya lingkungan.

"Perusahaan sedang mempertimbangkan untuk mener

apkan program suku cadang bersertifikat pabrikan; untuk perbaikan perangkat seluler pada semester pertama tahun ini. Perusahaan bertujuan untuk mengurangi beban konsumen; dan dampak negatif terhadap lingkungan melalui penggunaan bahan daur ulang," ujar juru bicara Samsung seperti dilansir dari Gizmochina.

Jika program ini tersedia, biaya untuk memperbaiki tampilan yang rusak akan lebih rendah. Samsung Electronics berencana untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dengan memastikan kualitas dan kinerja suku cadang yang diproduksi ulang pada tingkat yang sesuai dengan suku cadang baru



Simak Video "4 HP Baru Samsung yang Dipasarkan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)