Pangeran Arab Tolak Tawaran Elon Musk Beli Twitter Rp 620 Triliun

Pangeran Arab Tolak Tawaran Elon Musk Beli Twitter Rp 620 Triliun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 15 Apr 2022 09:08 WIB
A view shows part of the suite where Saudi Arabian billionaire Prince Alwaleed bin Talal has been detained, at the Ritz-Carlton in Riyadh, Saudi Arabia January 27, 2018, REUTERS/Katie Paul
Pangeran  Alwaleed bin Talal dari Arab Saudi. Foto: REUTERS/Katie Paul
Jakarta -

Setelah membeli sebagian saham Twitter, Elon Musk menyatakan akan membeli semua saham media sosial itu. Pangeran Alwaleed bin Talaldari Arab Saudi sebagai salah satu pemegang saham Twitter menolaknya. Kenapa?

Menurut pengajuan SEC, pendiri Tesla itu menawarkan untuk mengakuisisi semua saham di Twitter yang bukan miliknya. Dia menawarkan akuisisi seharga USD 54,20 atau sekitar Rp 775 ribu (kurs Rp 14.300) per saham Dengan jumlah valuasi perusahaan USD 43,4 miliar, sekitar Rp 620 triliun.

Pangeran Alwaleed sendiri sejak lama adalah salah satu pemilik saham Twitter. Dalam cuitan di Twitter, ia menilai tawaran dari Elon Musk tidak setara dengan nilai Twitter serta prospek pertumbuhannya di masa mendatang.

"Saya tidak percaya bahwa proposal yang ditawarkan oleh Elon Musk sebesar USD 54,20 mendekati dengan nilai intrinsik Twitter terkait dengan prospek pertumbuhannya," demikian postingannya.

"Sebagai salah satu pemegang saham terbesar dan jangka panjang dari Twitter, Kerajaan dan saya menolak tawaran tersebut," tambah dia.

Twitter sendiri masih mempelajari tawaran dari Elon Musk itu. "Dewan direksi akan secara hati-hati melakukan review pada proposal itu untuk menentukan tindakan yang diyakini paling baik untuk perusahaan dan para pemegang saham Twitter," sebut Twitter.

Tawaran dari Elon Musk itu membuat saham Twitter langsung melonjak sekitar 12%. Elon Musk mengatakan penawaran tunai itu adalah penawaran terbaik dan terakhirnya. Menurut pengajuan SEC, jika penawaran itu tidak diterima, Elon Musk mengatakan dirinya akan mempertimbangkan kembali posisinya sebagai pemegang saham.

"Saya berinvestasi di Twitter karena saya percaya pada potensinya untuk menjadi platform kebebasan berbicara di seluruh dunia, dan saya percaya kebebasan berbicara adalah keharusan sosial untuk demokrasi yang berfungsi," kata Elon Musk dalam sebuah surat yang dia kirim ke Twitter.



Simak Video "Elon Musk Kini Jadi Pemegang Saham Terbesar Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/jsn)