Bos Microsoft Buka-bukaan Soal Drama Akusisi TikTok yang Gagal

Bos Microsoft Buka-bukaan Soal Drama Akusisi TikTok yang Gagal

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 30 Sep 2021 07:17 WIB
Satya Nadella
Bos Microsoft Buka-bukaan Soal Drama Akuisisi TikTok yang Gagal Foto: Getty Images
Jakarta -

Tahun lalu Microsoft sempat mencoba membeli bisnis TikTok di Amerika Serikat tapi gagal di menit-menit akhir. Kini CEO Microsoft Satya Nadella buka-bukaan soal percobaan akusisi yang penuh drama tersebut.

Dalam wawancara dengan jurnalis Kara Swisher di Code Conference, Nadella mengaku proses akuisi TikTok merupakan hal teraneh yang pernah ia kerjakan. Nadella mengatakan TikTok yang pertama kali mendekati Microsoft.

"Sulit dipercaya. Saya banyak belajar tentang banyak hal dan banyak orang," kata Nadella, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/9/2021).

"Pertama-tama, TikTok yang mendatangi kami. Kami tidak mendatangi TikTok," sambungnya.

Seperti diketahui, menjelang akhir pemerintahannya mantan Presiden AS Donald Trump memerintahkan ByteDance selaku induk TikTok untuk menjual bisnis TikTok di AS kepada perusahaan AS jika tetap ingin beroperasi. Saat itu pemerintahan Trump menyebut TikTok sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

Microsoft jadi salah satu perusahaan AS yang didekati oleh TikTok, tapi pada September 2020 proses negosiasi buntu dan dibatalkan. TikTok kemudian memilih Oracle sebagai mitranya di AS, meski akhirnya bisnis TikTok di AS tidak jadi dijual karena Trump keburu lengser.

Saat nama Microsoft terkuak sebagai salah satu calon pemilik baru TikTok, banyak orang yang bingung mengapa perusahaan penyedia software seperti mereka tertarik membeli platform seperti TikTok.

Nadella mengaku hal itu cukup masuk akal mengingat sebelumnya Microsoft telah mengakuisisi platform seperti Minecraft, LinkedIn dan GitHub yang semuanya mengutamakan membangun komunitas.

Pria berkacamata ini mengatakan CEO ByteDance Zhang Yiming mengaku tertarik dengan Microsoft karena mereka menawarkan layanan yang terkait dengan moderasi konten dan keamanan anak-anak, yang dikembangkan lewat produk di Xbox dan LinkedIn.

"TikTok terjebak di antara banyak hal yang terjadi di dua ibukota. Presiden Trump memiliki sudut pandang tertentu tentang apa yang ia coba lakukan di sana, dan kemudian itu batal begitu saja," ucap Nadella.

Nadella mengatakan ia tidak tahu apakah pemerintah AS di bawah Presiden Joe Biden masih berupaya mendesak TikTok untuk menjual bisnisnya ke perusahaan AS. Saat ini pemerintahan Biden mengumumkan proses tersebut akan ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan.

Saat ditanya apakah ia dan Microsoft akan mencoba mengakuisi TikTok lagi, Nadella menjawab dengan tegas. "Saat ini, saya gembira dengan apa yang saya punya," pungkasnya.



Simak Video "Dubsmash, Aplikasi Saingan TikTok Akan Dimatikan Februari 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)