Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Membangun Bisnis Raksasa Berbasis Platform

Membangun Bisnis Raksasa Berbasis Platform


Advertorial - detikInet

Jakarta -

Apakah Anda tahu kesamaan antara Facebook, Go – Jek, Airbnb, dan Uber?

Facebook kini sudah menjadi perusahaan media besar TANPA memproduksi konten apapun. Go-Jek dan Uber adalah perusahaan transportasi besar TANPA memiliki kendaraan. Airbnb adalah perusahaan hospitality TANPA memiliki satu pun kamar hotel atau villa.

Banyak yang menyebut fenomena ini sebagai sharing economy. Hal ini dimungkinkan oleh berbagai perusahaan tersebut yang memiliki business model berbasis platform.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa yang dimaksud dengan platform?

Secara sekilas, kita bisa melihat bahwa mereka tidak memiliki aset yang merupakan kunci dari operasi yang dijalankan. Mereka bisa bertahan dan berkembang pesat karena mereka menciptakan suatu wadah yang dapat menghubungkan calon pengguna dan pemilik aset yang ingin menghasilkan uang. Wadah inilah yang disebut sebagai suatu platform.

Tren seperti inilah yang akan mengubah perkembangan dunia bisnis, perdagangan, ekonomi, dan pada akhirnya akan merevolusi kehidupan kita. Perkembangan berbagai perusahaan startup yang mulai menjamur di Indonesia juga bisa dilihat sangat mengikuti tren ini, walaupun belum semuanya dapat berkembang menjadi sebesar perusahaan-perusahaan yang telah menjadi contoh di atas. Dibutuhkan strategi yang matang untuk dapat mengembangkan sebuah Bisnis dengan basis platform.

Strategi tersebut diulas dengan lengkap dan rinci di dalam buku "Platform Revolution" dan "Platform Scale" yang ditulis oleh Sangeet Choudary, Founder dan CEO Platform Thinking Labs yang dikenal karena keahliannya dalam mengembangkan business model berbasis platform.

Strategi mengenai bagaimana kita bisa mengembangkan Bisnis berbasis platform bisa dijelajahi oleh masyarakat Indonesia secara lebih lanjut pada konferensi Data For Life 2016 yang akan diadakan di Ballroom Hotel Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta pada tanggal 30 – 31 Agustus mendatang. Sangeet Choudary akan menjadi salah satu keynote speaker yang akan membahas bagaimana para inovator dan pebisnis dapat memanfaatkan tren ini untuk bisa membangun layanan berbasis platform yang dapat menjadi solusi kebutuhan masyarakat sekaligus berkembang menjadi Bisnis besar.

Data For Life 2016 sendiri merupakan rangkaian event yang diadakan oleh Mediatrac untuk membuka wawasan masyarakat Indonesia mengenai pemanfaatan teknologi Data Analytics secara positif yang dapat mendorong hadirnya kemajuan di masyarakat.

Selain Conference, akan ada juga Student Session tentang Big Data yang bisa dihadiri mahasiswa/pelajar secara gratis (30 Agustus), dan Sci-Fi Hardware Hackathon yang menantang kreativitas pecinta teknologi untuk menciptakan hardware dengan hadiah sebesar 62 Juta Rupiah (27 – 28 Agustus 2016).

Informasi lebih lanjut, agenda, dan reservasi untuk rangkaian event ini bisa dilakukan dengan mengakses www.dataforlife.co

(adv/adv)




Hide Ads