Perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin, mengumumkan rencana untuk menempatkan 5.408 satelit ke luar angkasa demi membangun jaringan komunikasi yang akan menyaingi SpaceX dan Amazon. Jaringan yang dinamai TeraWave ini menyasar pengguna dari kalangan korporasi, data center, dan pemerintah.
Perusahaan tersebut menyatakan akan menyediakan kecepatan data hingga 6 terabit per detik melalui satelit yang ditempatkan di orbit bumi rendah (Low Earth Orbit) dan orbit bumi menengah (Medium Earth Orbit), yaitu wilayah antariksa yang berjarak antara 100 hingga 21.000 mil dari permukaan Bumi.
Dikutip detikINET dari CNBC, Blue Origin memperkirakan akan mulai meluncurkan konstelasi satelitnya pada kuartal keempat tahun 2027.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bezos memasuki pasar internet satelit yang kian sesak, yang saat ini didominasi oleh Starlink, layanan yang dioperasikan oleh SpaceX milik Elon Musk. Starlink telah memiliki lebih dari 9.000 satelit di orbit dan sekitar 9 juta pelanggan.
Amazon, perusahaan yang didirikan Bezos pada tahun 1994, juga telah menggenjot layanannya sendiri dalam setahun terakhir. Layanan tersebut baru-baru ini melakukan rebranding dari Project Kuiper menjadi Leo.
Perusahaan ini telah meluncurkan 180 satelit sejak April lalu melalui serangkaian peluncuran roket yang ditangani oleh mitra seperti United Launch Alliance dan SpaceX. Sejumlah peluncuran di masa mendatang diperkirakan akan ditangani oleh Blue Origin.
Amazon berencana membangun konstelasi 3.236 satelit orbit rendah bumi yang akan melayani pelaku bisnis, pemerintah, dan konsumen. November lalu, perusahaan membuka pratinjau korporat bagi pengguna terpilih menjelang peluncuran komersial yang lebih luas.
Pada tahun 2024, Bezos memprediksi suatu hari nanti Blue Origin akan menjadi perusahaan yang lebih besar daripada Amazon. Ia mendirikan Blue Origin tahun 2000, dan Dave Limp, mantan bos perangkat Amazon, kini menjabat sebagai CEO-nya.
"Saya rasa ini akan menjadi bisnis terbaik yang pernah saya geluti, namun ini akan memakan waktu," ujar Bezos dalam sebuah wawancara tahun 2024. Blue Origin sejatinya adalah perusahaan peluncuran roket, yang menerbangkan wisatawan dan muatan penelitian ke tepi luar angkasa dalam perjalanan singkat.
Januari lalu, perusahaan ini mencatat tonggak sejarah ketika sukses meluncurkan roket New Glenn untuk pertama kali, meski gagal mendaratkan kembali pendorong roket tersebut ke kapal tongkang untuk digunakan ulang. Blue Origin akhirnya sukses mendaratkan pendorong roket New Glenn November lalu menyusul keberhasilan peluncuran sepasang wahana antariksa NASA.
(fyk/fyk)