Slot 1180 akan Diisi Satelit Telkom-3
- detikInet
Jakarta -
Slot 1180 Bujur Timur (BT) Ku-Band yang diserahkan dari Indosat ke Telkom, akan diisi satelit Telkom-3 yang rencananya beroperasi tahun 2009.Direktur Utama PT. Telkom, Arwin Rasyid, mengatakan satelit yang dipakai Telkom akan diupayakan dengan menegosiasikannya dengan operator satelit asing. Menurutnya, Telkom-3 akan memakai satelit yang sudah terpasang, yang masa operasinya tinggal dua sampai tiga tahun lagi (floater). "Kita didukung penuh oleh pemerintah, khususnya Kominfo, untuk menggunakan slot 1180. Kita sudah negosiasikan floater dengan operator dari Rusia. Untuk memindahkan floater, itu butuh waktu karena ada aspek teknisnya," papar Arwin usai acara penyerahan penghargaan 'Prestasi Telkom Peringkat 12 Infotech' versi Majalah Business Week, di Ballromm Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/7/2006).Menurutnya, penggunaan satelit tersebut akan berbentuk sewa. Kemungkinan, satelit yang dipakai adalah yang buatan Amerika, mengingat satelit Telkom selama ini selalu dari Amerika. "Nanti untuk mengisi slot satelit itu, kita harus bicara dengan pembuat satelit apakah dari Cina, Rusia atau Amerika. Selama ini semua satelit Telkom datangnya dari Amerika," kata Arwin. "Kita akan pelajari dulu dan pilih satelit yang paling cocok untuk kebutuhan kita," imbuhnya.Arwin mengestimasikan slot 1180 BT akan mulai beroperasi tahun 2009, karena masih perlu waktu untuk perencanaan dan pengisian slot. Saat ditanya mengenai besaran investasinya, Arwin mengatakan hal itu terlalu dini untuk dibicarakan. "Itu terlalu dini, tapi umumnya nilai dari sebuah satelit tergantung dari jumlah transpondernya. Nilainya rata-rata US$ 6 juta sampai US$ 7 juta per transponder," ungkapnya. Telkom, menurut Arwin, akan memakai jumlah transponder yang tidak jauh berbeda dengan jumlah transponder pada satelit Telkom-1 dan 2. "Jumlah transponder yang dibutuhkan tergantung kebutuhan pasar saja. Kalau dilihat dari Telkom-1 36 transponder, Telkom-2 24 transponder. Jadi ya, sekitar itulah..." ujarnya.Menurut Arwin, di Indonesia satelit Ku-band akan dimanfaatkan untuk TV berbayar. "Potensi TV berbayar via satelit cukup besar, karena dari 220 juta penduduk ada 55 juta rumah tangga di Indonesia, 28 juta diantaranya sudah punya TV. Dari 28 juta itu, 10 jutanya di perkotaan. Ke depannya, potensi pengguna TV di perkotaan bisa beralih ke TV berbayar via satelit," kata Arwin optimis. (nks)
(ketepi/)