Menjadi sahabat dekat Elon Musk ternyata bisa mendatangkan keuntungan luar biasa. Antonio Gracias, investor yang telah mendukung Musk selama lebih dari dua dekade, kini menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari kesuksesan SpaceX.
Seiring melantainya SpaceX di bursa saham Amerika Serikat, nilai kepemilikan saham Gracias dan perusahaan investasinya, Valor Equity Partners, diperkirakan mencapai USD 65 miliar atau sekitar Rp 1.000 triliun. Jumlah tersebut menjadikannya pemegang saham terbesar kedua di SpaceX setelah Elon Musk.
Namun kekayaan fantastis itu tidak datang dalam semalam. Gracias sudah berada di sisi Musk sejak masa-masa sulit, ketika banyak investor masih meragukan masa depan perusahaan antariksa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari Masa Sulit hingga Jadi Konglomerat Teknologi
Dilansir NY Times, Antonio Gracias bukan sekadar investor biasa. Ia telah mengenal dan mendukung Musk selama sekitar 25 tahun.
Hubungan keduanya bahkan sudah terjalin jauh sebelum Tesla menjadi raksasa kendaraan listrik dan sebelum SpaceX sukses mengirim roket secara rutin ke luar angkasa.
Melalui Valor Equity Partners yang berbasis di Chicago, Gracias terus menanamkan modal di berbagai perusahaan yang didirikan Musk. Tidak hanya SpaceX dan Tesla, , tetapi juga SolarCity, Neuralink, hingga The Boring Company.
Kesetiaan Gracias kepada Musk diuji pada 2008, salah satu periode paling sulit dalam sejarah SpaceX. Saat itu perusahaan berada di ambang kebangkrutan setelah serangkaian kegagalan peluncuran roket dan krisis keuangan global yang melanda dunia.
Dalam masa-masa sulit tersebut, Gracias tetap memberikan dukungan. Bahkan ia disebut pernah meminjamkan dana pribadi sebesar USD 1 juta untuk membantu perusahaan tetap bertahan. Keputusan itu kini terlihat sebagai salah satu investasi terbaik dalam sejarah Silicon Valley.
Hubungan Elon dan Gracias turut berkembang menjadi persahabatan yang sangat dekat. Gracias pernah menjabat sebagai anggota dewan direksi Tesla selama bertahun-tahun dan hingga kini masih aktif di jajaran board SpaceX.
Musk sendiri beberapa kali memuji loyalitas sahabatnya tersebut. Menurutnya, kepemilikan saham besar yang dimiliki Gracias saat ini merupakan hasil dari dukungan tanpa syarat selama bertahun-tahun, termasuk ketika masa depan SpaceX masih sangat tidak pasti.
Kedekatan mereka bahkan melampaui hubungan bisnis. Keluarga Gracias dan Musk diketahui beberapa kali menghabiskan waktu bersama di luar urusan pekerjaan.
Antonio Gracias, sahabat Elon Musk Foto: The Daily Beast |
Pegang Saham SpaceX Senilai Rp 1.000 Triliun
Dalam dokumen IPO SpaceX, Antonio Gracias dan berbagai entitas investasi yang terafiliasi dengan Valor Equity Partners tercatat mengendalikan sekitar 503 juta saham perusahaan.
Dengan valuasi SpaceX yang mencapai sekitar USF 1,77 triliun, nilai kepemilikan tersebut diperkirakan mencapai USF 65 miliar atau setara lebih dari Rp 1.000 triliun.
Jumlah itu membuat Gracias menjadi salah satu pemegang saham terbesar SpaceX setelah Elon Musk.
Menariknya, angka tersebut masih berpotensi bertambah apabila harga saham SpaceX terus naik setelah perdagangan publik dimulai. Jika antusiasme investor terhadap bisnis peluncuran roket, Starlink, dan ambisi kolonisasi Mars tetap tinggi, kekayaan Gracias bisa meningkat lebih jauh lagi.
Melantainya SpaceX di bursa saham menjadi salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah industri teknologi dan antariksa. Perusahaan yang didirikan Elon Musk pada 2002 itu kini memiliki bisnis yang jauh lebih luas dibanding sekadar peluncuran roket.
Selain menjadi mitra utama NASA dan pemerintah Amerika Serikat, SpaceX juga memiliki Starlink yang telah melayani jutaan pelanggan internet satelit di berbagai negara.
Kombinasi bisnis antariksa, pertahanan, telekomunikasi, dan ambisi eksplorasi Mars membuat banyak investor percaya bahwa SpaceX masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar.
(afr/afr)



