Sebuah antena Starlink sempat menjadi pusat perhatian di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengangkat perangkat internet satelit dari SpaceX tersebut untuk menyindir pemerintah Iran.
"Saya akan menitipkan (perangkat Starlink Mini portabel) ini pada Anda agar bisa memberikannya kepada delegasi Iran. Sehingga ketika mereka pada akhirnya membelot, mereka juga akan bisa dengan bebas membagikan kisah mereka di media sosial," ujarnya.
Dalam pidato berdurasi 40 menit di Majelis Umum PBB, Netanyahu menyinggung Starlink sembari menuding bahwa Iran membungkam pihak-pihak yang berseberangan dengan memutus akses internet awal tahun ini. "Rezim Iran sangat ketakutan ketika rakyatnya memiliki (akses internet)," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran menetapkan layanan Starlink ilegal karena kemampuannya menembus sensor internet. Meski demikian, kabarnya puluhan ribu antena Starlink telah diselundupkan ke negara itu, terlepas dari upaya otoritas Iran untuk menyitanya.
Pada bulan Januari, dikutip detikINET dari PCMag, SpaceX mulai menyediakan akses internet satelit gratis di Iran bagi para pengguna yang memiliki perangkat Starlink.
Netanyahu mengangkat antena itu dan mengatakan Starlink telah membantu rakyat Iran mengakses kebenaran. Ia kemudian menuduh pemerintah Iran menghabiskan miliaran dolar untuk menyensor internet.
Pidato Nentanyahu hanya disaksikan segelintir orang. Banyak delegasi termasuk delegasi dari Iran, melakukan aksi walk out sebelum ia mulai berbicara. Dalam pidatonya, Netanyahu menyebut pihak-pihak yang memboikotnya 'pengecut moral' dan meminta mereka segera meninggalkan ruang sidang PBB.
Ia juga membantah negaranya melakukan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dengan menyebutnya sebagai kebohongan terbesar abad ini.
Padahal laporan PBB bulan Juni menyatakan otoritas dan pasukan keamanan Israel terus melakukan kejahatan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang di Jalur Gaza serta Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, (yang menargetkan) anak-anak Palestina dalam berbagai kesempatan, menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan puluhan ribu lainnya mengalami penderitaan permanen.
Baca juga: Rudal Raksasa Ukraina Bakar Aset Vital Rusia |