Ukraina mengungkapkan bahwa mereka mengerahkan rudal jelajah Flamingo barunya yang berukuran masif seberat 6 ton dalam pengeboman dramatis yang menargetkan Moskow dan kilang minyak Rusia pada hari Minggu waktu setempat.
Serangan dramatis tersebut, di mana Ukraina menembakkan lebih dari 1.000 drone, juga menggunakan rudal Flamingo FP-5 baru untuk menjangkau ibu kota Rusia, sekaligus menyoroti kekuatan senjata dengan jangkauan terjauh milik Ukraina, seperti dikatakan Presiden Volodymyr Zelensky.
Rudal ini dirancang dan sebagian besar diproduksi di Ukraina oleh perusahaan rintisan pertahanan Fire Point. Ia diklaim jauh lebih kuat daripada rudal jelajah Tomahawk andalan Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudal ini juga memiliki jangkauan lebih jauh, mencapai hampir 3.218 kilometer. Serangannya membakar Kilang Minyak Gazpromneft-Moskow, memicu kebakaran hebat di pabrik yang memproduksi sekitar 11,6 juta ton minyak per tahun.
"Respons jarak jauh kami memberikan dampak sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam. Salah satu fasilitas industri minyak utama Rusia dan fasilitas logistik agresor berhasil diserang. Nilainya miliaran dolar yang selama ini menopang mesin perang mereka," tulis Zelensky di X.
Ukraina sebelumnya telah memberikan bocoran terkait rudal tersebut pada bulan Februari, saat digunakan untuk menyerang pabrik mesin Votkinsk milik Rusia yang berjarak 1.384 kilometer melintasi perbatasan. Saat itu, insiden ini merupakan serangan terjauh Ukraina ke wilayah Rusia menggunakan senjata domestik.
Dikutip detikINET dari NY Post, ia mulai diproduksi Agustus 2025, dan Zelensky bersumpah Flamingo yang panjangnya 12,19 meter dan dinamai dari rona merah mudanya selama uji coba, akan menjadi rudal tersukses Ukraina.
Flamingo dikerahkan bersama rudal balistik Pelican baru, yang meski jangkauannya lebih pendek, dilaporkan mampu melesat lebih cepat dan dirancang untuk membanjiri sistem pertahanan Rusia sehingga proyektil jarak jauh dapat terbang tanpa hambatan.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menggambarkan serangan semalaman tersebut sebagai serangan"terbesar yang pernah ada"di ibu kota Rusia sejak perang dimulai, dengan kerusakan signifikan dilaporkan terjadi di kilang minyak tersebut.
Serangan Ukraina terhadap kilang minyak Moskow terus meningkat, memicu kekurangan produksi minyak, lonjakan harga bahan bakar, dan antrean panjang di pompa bensin di berbagai wilayah Rusia.
Kyiv menyatakan serangan-serangan ini bertujuan untuk menghambat kemampuan Rusia mendanai mesin perangnya, sementara para pejabat Amerika Serikat mengklaim rentetan serangan tersebut mengganggu harga minyak global yang sudah terlanjur tinggi akibat perang di Iran.
Di kawasan wilayah Moskow yang lebih luas, serangan itu menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 20 orang lainnya. Serangan tersebut juga terjadi bertepatan saat Rusia menyelenggarakan pemungutan suara di lima wilayah Ukraina yang saat ini berada di bawah pendudukan militernya, termasuk Krimea yang dianeksasi.