Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Deretan Teknologi yang Dipakai di Piala Dunia 2026, Dijanjikan Pertandingan Bikin Seru dan Canggih

Deretan Teknologi yang Dipakai di Piala Dunia 2026, Dijanjikan Pertandingan Bikin Seru dan Canggih


Agus Tri Haryanto - detikInet

Ilustrasi Trofi Piala Dunia 2026
Trofi Piala Dunia 2926. Foto: My Profit Tutor/Unsplash
Jakarta -

FIFA akan memperkenalkan sejumlah teknologi generasi terbaru pada Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Apa teknologi tersebut?

Pertama, pemanfaatan teknologi offiside semi otomatis yang diharapkan dapat mempercepat pengambilan keputusan serta mengurangi praktik pengibaran bendera offside yang selama ini sering ditunda hingga sebuah serangan selesai.

Melalui sistem baru ini, asisten wasit yang berada di pinggir lapangan akan menerima peringatan audio secara real-time apabila seorang pemain berada dalam posisi offside lebih dari 10 sentimeter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dengan begitu, petugas di lapangan dapat segera mengambil keputusan tanpa harus menunggu jalannya permainan berakhir, seperti dikutip dari BBC, Jumat (12/6/2026).

Sebelumnya, FIFA telah menguji teknologi di Piala Dunia Antarklub dan Piala Interkontinental hanya saat itu memberikan notifikasi jika pemain berada lebih dari 50 sentimeter dalam posisi offside.

Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan asisten wasit. Mereka masih memiliki kewenangan untuk menentukan kapan bendera offside diangkat dan permainan dihentikan. FIFA juga menegaskan bahwa sistem tersebut telah dilengkapi berbagai mekanisme pengaman untuk meminimalkan risiko kesalahan teknis.

Teknologi baru ini hanya dapat digunakan untuk mendeteksi offside posisi dan belum mampu menangani situasi offside yang bersifat subjektif, seperti ketika pemain dianggap mengganggu lawan tanpa menyentuh bola. Sistem juga masih memiliki keterbatasan dalam mendeteksi situasi offside yang sangat tipis, pemain yang terjatuh, atau posisi sejumlah pemain yang terlalu berdekatan.

FIFA berharap inovasi tersebut dapat mengurangi frustrasi pemain maupun suporter akibat keputusan offside yang terlambat. Selain itu, teknologi ini juga diharapkan menekan risiko cedera akibat permainan yang sebenarnya sudah dalam kondisi offside tetapi tetap dilanjutkan.

Selain teknologi offside, FIFA juga akan memanfaatkan avatar tiga dimensi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu menghasilkan keputusan yang lebih akurat. Sebanyak 1.248 pemain dari 48 negara peserta akan menjalani pemindaian digital guna menciptakan model virtual masing-masing pemain.

Proses pemindaian dilakukan dalam sebuah ruangan khusus dan hanya memerlukan waktu sekitar satu detik saat sesi foto resmi sebelum turnamen. Hasilnya akan digunakan untuk menampilkan animasi offside yang lebih jelas dan detail dibandingkan sistem yang digunakan saat ini.

FIFA pun menyetujui penggunaan teknologi baru untuk menentukan apakah bola telah keluar lapangan sebelum terjadinya gol. Sistem tersebut akan menghasilkan animasi 3D yang menunjukkan posisi bola secara presisi, mirip dengan teknologi garis gawang yang telah digunakan sebelumnya.

Chip yang tertanam di dalam bola juga dapat mendeteksi pemain terakhir yang menyentuh bola. Teknologi ini memungkinkan VAR melakukan pengecekan lebih akurat terhadap keputusan tendangan sudut maupun situasi lain yang berkaitan dengan bola keluar lapangan.

FIFA turut mengembangkan teknologi "Real-time 3D Recreation" untuk membantu pengambilan keputusan offside yang berkaitan dengan gangguan pandangan kiper atau line of sight.

Disebutkan bahwa sistem ini menghadirkan dua tayangan virtual yang mereplikasi sudut pandang penjaga gawang sehingga VAR dapat menilai dengan lebih jelas apakah pandangan kiper terganggu oleh pemain yang berada dalam posisi offside.



(agt/afr)






Hide Ads