Menkominfo Harap NOC Palapa Ring Barat Pacu Ekonomi Berbasis Data

Menkominfo Harap NOC Palapa Ring Barat Pacu Ekonomi Berbasis Data

ADVERTISEMENT

Menkominfo Harap NOC Palapa Ring Barat Pacu Ekonomi Berbasis Data

Atta Kharisma - detikInet
Senin, 17 Okt 2022 18:31 WIB
Menkominfo memberikan keterangan pes terkait pencabutan akses 15 sistem elektronik. Setelah diverifikasi ternyata platform tersebut adalah judi online.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menempatkan Network Operation Center (NOC) Palapa Ring di Kota Batam. Dipilihnya kota tersebut lantaran Batam dinilai sebagai salah satu pintu gerbang konektivitas internet Indonesia dengan jaringan internasional.

Menteri Kominfo Johnny G. Plate berharap keberadaan NOC itu diiringi dengan pemanfaatan infrastruktur digital serta peningkatan ekonomi berbasis data.

"Saya berharap NOC ini terus dikembangkan dalam mendukung ekonomi berbasis data. Itu karena data per kapita di Indonesia saat ini masih sangat kecil, 1 watt per kapita. Dibandingkan negara tetangga terdekat, 100 Watt per kapita. Indonesia, sepuluh kali lipat saja, 10 Watt per kapita. Masih membutuhkan 2,7 hingga 3 Gigawatt listrik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (17/10/2022).

Hal tersebut ia sampaikan saat meninjau NOC Fiber Optic Moratel di Batam Technical Park, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (14/10/2022).

Johnny menyebut kapasitas penggelaran jaringan kabel serat optik di Batam saat ini total baru 27,18 Terabyte. Meskipun begitu, pihaknya akan berupaya meningkatkan kapasitas layanan sehingga dapat mendukung industri digital.

"Selain bisa berguna bagi masyarakat, juga estetikanya juga perlu kita perhatikan. Kita masih butuh yang lebih besar. Namun selain itu kita juga perlu membuat lokasi vital ini menjadi suatu landscape yang bagus," sambungnya.

Johnny mengatakan PT Palapa Ring Barat sebagai pengembang NOC di Batam masih memiliki kesempatan melakukan ekspansi.

"Moratel tadi menyampaikan, kualifikasi pusat data mereka yang ada di dekat NOC Nongsa ini adalah Tier-III. Itu oke, tetapi main pipe data kita di Batam, saya tentu berharap bisa ditingkatkan menjadi Tier-IV agar redundancy-nya, jangan sampai terjadi masalah," terangnya.

Johnny menilai sektor privat yang berbondong-bondong membangun pusat data di Batam harus diimbangi dengan peningkatan power supply listrik.

"Sekaligus memperhatikan tingkat keamanan, keselamatan, dan keindahan lingkungan hidup," ucapnya.

Terkait penyelenggaraan G20 Summit di Indonesia, Johnny menyatakan keberadaan NOC sangat penting sebagai penghubung ke jaringan global.

"Khususnya jaringan yang menghubungkan Indonesia dengan dunia global. Salah satunya adalah Batam," tuturnya.

Selain Batam, Johnny mengatakan Kota Manado juga menjadi pintu gerbang yang menghubungkan layanan telekomunikasi Indonesia ke dunia global melalui jaringan kabel serat optik.

"Di Indonesia saat ini baru ada dua jalurnya. Satu melalui Batam, Singapura, tersambung ke dunia global. Satunya lagi melalui Manado, Pulau Davao (Filipina), dan Guam (Hongkong)," pungkasnya.

Dalam kunjungannya, Johnny didampingi Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel A. Pangerapan, Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Hary Budiarto dan Direktur Utama BAKTI Kementerian Kominfo Anang Latif.

(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT