Sabtu, 19 Jan 2019 07:25 WIB

Masyarakat di Perbatasan Kini Bisa Nikmati Internet Cepat

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Sangihe - Masyarakat di daerah perbatasan, seperti di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara yang berhadapan langsung dengan Filipina, kini bisa merasakan layanan akses internet dari beragam operator.

Palapa Ring paket tengah baru saja rampung dibangun pada 21 Desember kemarin dan dioperasikan pada awal bulan ini, telah mendatangkan dua pemain penyedia layanan telekomunikasi, yaitu Telkom dan Lintasarta. Diketahui sebelumnya, di Sangihe hanya ada Telkomsel saja.


Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebutkan, hadirnya akses internet melalui Palapa Ring paket tengah ini daerah perbatasan tidak terisolir lagi dari akses telekomunikasi, khususnya akses ke dunia maya.

"Di Sangihe ini mulai dibangun beberapa BTS (base transceiver station), ada BTS 2G yang nanti di-upgrade ke 4G, ada pula akses internet gratis berupa WiFi itu dari BAKTI," kata Rudiantara kunjungan kerjanya di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Jumat (18/1/2019).

"Ini (di Sangihe) sudah ada Telkom yang sudah sambung ke NOC (Network Operation Center) dan Lintasarta. Baru dua, ini kan baru beroperasi. Nanti makin lama, makin banyak," sambungnya.

Masyarakat di Perbatasan Kini Bisa Nikmati Internet CepatFoto: Agus Tri Haryanto/detikINET


Pada kesempatan yang sama, Rike Novia selaku Project Manager Lintasarta untuk Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menjelaskan, pihaknya sudah menggelar kabel serat optik dari NOC Palapa Ring paket tengah ke dua lokasi, yaitu Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tahuna di Kepulauan Sangihe ini.

"Dari Lintasarta sediakan bandwidth masing-masing lokasi sebesar 50 MB dengan kecepatan up to 1 Gbps. Itu bisa digunakan untuk pelayanan yang mau daftar pajak. Selain itu, masyarakat juga bisa pakai WiFi di sana secara gratis," tuturnya.

Tonton video: Keren! Kini Perbatasan Indonesia Bisa Menikmati Internet

[Gambas:Video 20detik]



Rike mengungkapkan adanya akses internet cepat ini membawa angin segar, terutama bagi sektor-sektor pelayanan publik guna memberikan pengalaman menjajal ke dunia maya yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Kendati begitu, sejauh ini selain memberikan akses internet di KPPN dan KPP Pratama Tahuna, Lintasarta berencana untuk melakukan migrasi seluruh ATM yang ada di Sangihe yang menggunakan teknologi VSAT ke akses lewat Palapa Ring paket tengah ini.

"Kami senang ada Palapa Ring sehingga kami bisa migrasikan ATM yang ada di sini yang sebelumnya pakai VSAT ke Palapa Ring paket tengah. Kapannya? kami sedang diskusikan karena ini masih uji coba, ya sekitar tiga bulan," pungkasnya.

Masyarakat di Perbatasan Kini Bisa Nikmati Internet CepatFoto: Agus Tri Haryanto/detikINET


Seperti diberitakan sebelumnya, Palapa Ring adalah proyek pembangunan tulang punggung serat optik di seluruh Indonesia, khususnya daerah pelosok yang di mana operator seluler enggan untuk membangunnya karena tak menguntungkan secara bisnis.

Palapa Ring yang terbagi dalam tiga paket, yaitu Palapa Ring paket barat, Palapa Ring paket tengah, dan Palapa Ring paket timur ini menggunakan dana Universal Service Obligation (ISO) dari para operator seluler dalam membangun akses internet cepat sampai ke daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Palapa Ring Barat sudah lebih dulu selesai pada April yang disusul Palapa Ring Tengah pada tahun lalu. Sedangkan, Palapa Ring Timur yang proses pembangunannya baru mencapai 89,57%.


Khusus untuk Palapa Ring Tengah, jaringan kabel serat optik sepanjang 2.995 kilometer tersebut melintasi 17 kabupaten dan kota. Selain 17 kabupaten dan kota layanan, jaringan Palapa Ring Tengah melalui 10 kabupaten dan kota interkoneksi, yaitu Kota Manado, Luwuk (Kab. Banggai), Tentena (Kab. Poso), Kota Baubau, Kota Kendari, Tobelo (Kab. Halmahera Utara), Sanana (Kab. Kepulauan Sula), Kota Ternate, Kota Sofifi dan Kab. Kutai Barat.

Jaringan Palapa Ring Tengah melintasi Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara itu terdiri atas kabel darat sepanjang 1.326,22 km kabel darat dan 1.787,06 km kabel laut. (agt/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed