Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Teknologi Drone Ukraina 'Dibayar' Korban Nyawa Lawan Rusia

Teknologi Drone Ukraina 'Dibayar' Korban Nyawa Lawan Rusia


Fino Yurio Kristo - detikInet

Drone pencegat Ukraina
Drone pencegat Ukraina. Foto: Defence Ukraine
Jakarta -

Sebelum invasi Rusia pada tahun 2022, pemimpin militer Ukraina menunjukkan sedikit ketertarikan pada teknologi drone, bahkan skeptis. Wajar saja saat itu, drone belum terlalu menunjukkan tajinya di medan pertempuran.

"Di mata mereka, sebuah drone, jika disandingkan dengan tank atau artileri, terlihat seperti mainan. Mereka tidak bisa membayangkan bahwa itu adalah jalan menuju masa depan," ujar Yaroslav Honchar, salah satu pendiri organisasi nirlaba inovasi drone, Aerorozvidka.

Namun, pikiran tersebut kini telah berubah seiring dengan pembuktian kemampuan drone dalam pertempuran. Industri baru drone pun bermunculan di Ukraina dari kebutuhan di masa perang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kyiv kini juga dimintai bantuan ketika negara-negara tetangga Iran di kawasan Teluk bergelut dengan realitas peperangan drone. Hotel, bandara, dan rumah diserang drone. Ini adalah situasi familiar di Ukraina, yang langitnya dikerumuni ratusan drone Rusia per hari, banyak di antaranya tipe Shahed yang dirancang di Iran.

Pasukan Ukraina berhasil menghalau sebagian besar drone tersebut, bukan dengan rudal pertahanan udara yang mahal, melainkan dengan drone pencegat yang jauh lebih murah dan lebih efektif. Ini adalah sebuah teknologi yang diasah dan disempurnakan melalui peperangan drone intens selama empat tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

Uji coba real time dan dibayar nyawa

Perang yang berkecamuk menjadikan Ukraina ekosistem unik yang memungkinkan pengujian teknologi drone inovatif real time di medan perang. Itu dikatakan Marko Kushnir, juru bicara General Cherry, salah satu produsen drone terkemuka Ukraina.

"Siklus umpan balik antara garis depan dan produsen sangat singkat. Kami bisa mendapatkan umpan balik di pagi hari dan malam harinya sudah punya solusi yang akan menangani tugas-tugas baru di medan tempur," paparnya, dikutip detikINET dari CBS, Rabu (18/3/2026).

Didirikan tahun 2023 oleh sekelompok veteran dan sukarelawan, perusahaan di Kyiv ini memproduksi hampir 100.000 drone sebulan. Salah satu drone pencegat andalannya khusus dirancang menghentikan drone Shahed dan digunakan militer Ukraina. Mereka diundang ambil bagian dalam inisiatif Drone Dominance Pentagon senilai USD 1 miliar sebelum perang Iran pecah.

Menurut Kushnir, tingkat keahlian drone Ukraina harus dibayar sangat mahal dengan nyawa, wilayah, dan perang sangat panjang melawan musuh yang lebih besar dan punya sumber daya lebih baik.

"Ada dua negara di dunia yang memahami dari pengalaman tentang bagaimana menjalani perang teknologi melelahkan setiap harinya menggunakan drone. Yaitu kami dan Rusia," tambah Kushnir.

Yuriy Ihnat, juru bicara angkatan udara Ukraina, mengatakan kepada NBC News yang dikutip detikINET, bahwa antara 150 hingga 200 drone Rusia menyerang Ukraina pada hari-hari biasa, di mana beberapa serangan lebih besar bisa melibatkan hingga 700 drone. Antara 80% hingga 90% dari drone tersebut rutin ditembak jatuh.

"Inilah pengalaman yang kami miliki dan adalah yang terbaik di dunia. Itulah mengapa mereka datang kepada kami," ujar Ihnat, merujuk pada negara-negara yang kini mencari dukungan dan keahlian dari Ukraina.




(fyk/fay)




Hide Ads