Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sains Buktikan Penyembelihan Hewan Kurban Idul Adha Sudah Benar

Sains Buktikan Penyembelihan Hewan Kurban Idul Adha Sudah Benar


Tim - detikInet

Ilustrasi Hewan Kurban Sapi
Ilustrasi sapi hewan kurban. Foto: Jimmy Liu/Unsplash
Jakarta -

Pada hari Idul Adha, umat Islam disyariatkan menyembelihkan hewan kurban kambing, domba, atau sapi. Ternyata, ada fakta sains menarik soal penyembelihan hewan kurban.

Menurut penelitian, ternyata tata cara penyembelihan memberikan dampak apakah itu akan menyakiti hewan tersebut atau sebaliknya. Dikutip dari website Mustawim Islamic Art Literature, penyembelihan sesuai syariat Islam tidak menimbulkan rasa sakit pada hewan yang dikurbankan.

Klaim ini datang dari Peneliti Profesor Wilhelm Schulze dan rekannya Dr Hazim dari University of Hannover di Jerman. Dia membandingkan penyembelihan hewan secara syariat Islam dengan metode konvensional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Untuk penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam, metode dilakukan dengan membuat sayatan cepat dan dalam. Itu juga harus memakai pisau yang sangat tajam serta disayatkan di leher.

Dengan begitu, pisau tersebut memotong tiga saluran pada leher, yaitu saluran makan, saluran napas serta dua saluran pembuluh darah, arteri. Sedangkan hewan lainnya menggunakan metode konvensional yakni dilumpuhkan terlebih dahulu dengan pistol listrik.

Kemudian, perbandingan dua metode ini dicatat oleh REG (Elektroensefalografi) dan EKG (Elektrokardiogram). Beberapa elektroda ditanamkan melalui pembedahan di berbagai titik tengkorak semua hewan yang digunakan dalam percobaan.

Alat EEG merekam aktivitas elektrik di sepanjang kulit kepala dan mengukur fluktuasi tegangan yang dihasilkan oleh arus ion di dalam neuron otak. Sedangkan EKG merekam aktivitas jantung dalam waktu tertentu.

Hasil perekaman memperlihatkan grafik EEG untuk penyembelihan sesuai syariat Islam pada tiga detik pertama setelah hewan kurban disembelih. Tidak ada perubahan pada grafik EEG, mengindikasikan tidak ada rasa sakit.

Pada tiga detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan tidur. Setelah itu, EEG pada merekam adanya penurunan grafik secara bertahap hingga hewan benar-benar kehilangan kesadaran.

Setelah enam detik pertama, EKG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord).

Dikarenakan darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka daging yang dihasilkan menjadi sehat. Jenis daging dari hasil penyembelihan semacam ini sesuai prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan makanan sehat.

Sementara itu, penyembelihan secara konvensional, setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), hewan terhuyung-huyung kemudian roboh dan tidak bergerak sehingga mudah dikendalikan. Hewan pun dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta dan tampaknya tanpa mengalami rasa sakit.

Pada saat disembelih pun darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak jika disembelih tanpa proses pemingsanan. Akan tetapi, setelah proses pemingsanan, terlihat adanya peningkatan grafik EEG yang signifikan, mengindikasikan rasa sakit.

Di pengujian EKG, grafik turut menunjukkan penurunan grafik yang mengakibatkan jantung kehilangan kemampuan untuk menarik darah. Ketika darah tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, darah tersebut membeku di dalam urat atau pembuluh darah dalam daging hewan sehingga menghasilkan daging yang tidak sehat. Hal ini menyebabkan daging menjadi tidak layak dikonsumsi.

Umat Islam meyakini bahwa manusia diperintahkan untuk berbuat baik kepada seluruh makhluk, tidak boleh berbuat aniaya (zalim), termasuk kepada hewan kurban. Maka, pada saat akan menyembelih hewan kurban, kita diwajibkan mengasah pisau setajam mungkin untuk meringankan beban hewan yang disembelih. Proses penyembelihan pun harus diawali dengan membaca basmallah (Bismillahirrohmanirrohim).

Dari Syadad bin Aus RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah memerintahkan agar berbuat ihsan (baik) terhadap segala sesuatu. Jika kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian hendak menyembelih (hewan), maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisau kalian untuk meringankan beban hewan yang akan disembelih." (HR Muslim no 1955).




(ask/ask)






Hide Ads