Hughes Mau Pasang 20 Ribu Terminal Penerima Satelit di Indonesia

Hughes Mau Pasang 20 Ribu Terminal Penerima Satelit di Indonesia

ADVERTISEMENT

Laporan dari Los Angeles

Hughes Mau Pasang 20 Ribu Terminal Penerima Satelit di Indonesia

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Jumat, 29 Jul 2022 07:45 WIB
Satelit radar mata-mata
Ilustrasi. Foto: South China Morning Post
Los Angeles -

Tahun 2023, Indonesia akan punya 2 satelit mengangkasa yaitu Hot Backup Satellite dan Satria-1. Sebanyak 20 Ribu terminal penerima internet akan dibangun di Tanah Air.

Hughes Network Systems (HSN) adalah perusahaan Amerika di bidang satelit yang ditemui Menkominfo Johnny G Plate dan tim dalam rangkaian kunjungan di Amerika, 23-30 Juli 2022. Johnny didampingi Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Anang Latif, bertemu dengan Ramesh Raswamy, Executive VP and GM International Division Hughes Network Systems di Los Angeles, Amerika Serikat.

"Ini adalah perusahaan Amerika yang menyiapkan terminal. Setelah HBS kita meluncur dan stasiun Bumi dibangun PT PSN, maka perlu ada terminal-terminal untuk 20 ribu layanan publik," kata Johnny usai pertemuan, Senin (25/7) waktu Amerika atau Selasa (26/7/2022).

Pemerintah menargetkan pembangunan terminal penerima satelit internet ini bisa dibangun bersamaan dengan konstruksi satelit oleh Boeing Satellite dan stasiun Bumi-nya. Sehingga, semua selesai bersamaan.

"Komponen ruang angkasanya satelit, komponen daratnya stasiun Bumi oleh PT PSN sebagai operator satelit, sedangkan terminal untuk layanan publik oleh Bakti Kominfo dan nanti Hughes yang bangun," kata dia.

Menkominfo Johnny G Plate Usai Bertemu Boeing dan SpaceXMenkominfo Johnny G Plate. Foto: Fitraya Ramadhanny/detikcom

Akan ada 20 ribu terminal yang akan dibangun tahun 2022 dari total 150 ribu yang direncanakan. Stasiun Bumi ada 18 yang tersebar di 14 lokasi. Stasiun Bumi utama ada di Cikarang dan stasiun Bumi cadangan ada di Banjarmasin.

"Kami mengantisipasi jika misal di Cikarang ada badai menghalangi ruang angkasa, harapannya ini diambil alih Banjarmasin supaya satelit tetap beroperasi normal walau cuaca tidak baik," kata Anang dalam kesempatan yang sama.

Kenapa cuma 20 ribu terminal tahun ini? Anang mengatakan Bakti punya utilisasi 80 Gbps. Jika ada 20 ribu terminal, maka masing-masing kebagian 4 Mbps. Ini dinilai cukup untuk tahap awal pergelaran internet.

"Sambil Satria-1 siap di kuartal 4 2023, kita terus membangun sampai 150 ribu terminal," pungkasnya.



Simak Video "Menkominfo Apresiasi Akselerasi Infrastruktur Era Jokowi-Ma'ruf Amin"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT