Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Citra Satelit Ungkap Iran Perkuat Fasilitas Nuklir Bawah Tanah

Citra Satelit Ungkap Iran Perkuat Fasilitas Nuklir Bawah Tanah


Rachmatunnisa - detikInet

Serangan AS atas Situs Nuklir Iran: Apakah Dampaknya Sama Sedahsyat Chernobyl?
Foto: DW (News)
Jakarta -

Iran dilaporkan memperkuat sebuah kompleks bawah tanah di dekat salah satu fasilitas nuklirnya. Informasi ini terungkap dari analisis citra satelit terbaru yang menunjukkan aktivitas konstruksi intensif di Gunung Kolang Gaz La atau dikenal sebagai Pickaxe Mountain.

Citra satelit tersebut dianalisis oleh Institute for Science and International Security (ISIS). Dalam gambar bertanggal 10 Februari, terlihat beton baru dituangkan di salah satu pintu masuk terowongan, lengkap dengan alat boom pump untuk penyaluran beton.

Di pintu masuk terowongan lainnya, tanah dan bebatuan tampak diratakan. Selain itu, muncul struktur baru yang diperkuat beton di sekitar area tersebut. Para analis menilai penguatan ini bertujuan melindungi fasilitas dari potensi serangan udara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ISIS menyebut aktivitas pembangunan yang masih berlangsung menunjukkan fasilitas tersebut kemungkinan belum siap digunakan. Namun, ukuran kompleks dan perlindungan alami dari gunung menimbulkan kekhawatiran adanya rencana aktivitas sensitif tambahan.

Citra satelit terbaru yang menunjukkan aktivitas konstruksi intensif di Gunung Kolang Gaz La atau dikenal sebagai Pickaxe Mountain.Citra satelit menunjukkan aktivitas konstruksi intensif di Gunung Kolang Gaz La. Foto: Vantor

"Ukuran fasilitas dan perlindungan yang diberikan gunung tinggi ini menimbulkan kekhawatiran apakah ada aktivitas sensitif lain yang direncanakan, seperti pengayaan uranium," tulis ISIS dalam laporannya, dikutip dari BBC.

ADVERTISEMENT

Kompleks Pickaxe Mountain berada sekitar dua kilometer dari fasilitas nuklir Natanz yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel pada Juni 2025. Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengklaim serangan tersebut telah melumpuhkan kapasitas pengayaan uranium Iran, meski ia menyebut Teheran kemungkinan mempertimbangkan pembangunan lokasi baru.

Aktivitas perbaikan juga terpantau di kompleks nuklir Isfahan. Seluruh pintu masuk terowongan di lokasi tersebut tampak ditimbun tanah, yang dinilai dapat meredam dampak serangan udara sekaligus menyulitkan upaya penyerbuan darat.

Citra satelit terbaru yang menunjukkan aktivitas konstruksi intensif di Gunung Kolang Gaz La atau dikenal sebagai Pickaxe Mountain.Citra satelit terbaru yang menunjukkan aktivitas konstruksi intensif di Pickaxe Mountain. Foto: Vantor

Direktur Program Studi Timur Tengah di George Washington University, Sina Azodi, menilai langkah Iran mencerminkan antisipasi terhadap kemungkinan serangan lanjutan.

"Program nuklir Iran belum dihancurkan. Begitu sebuah negara memiliki pengetahuan, kapasitas, dan teknologi, semuanya selalu bisa dibangun kembali," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, mengatakan peluang tercapainya kesepakatan nuklir baru antara Iran dan Amerika Serikat masih terbuka, namun waktunya sangat terbatas.




(rns/rns)




Hide Ads