Antonov Dibom, Satelit Satria-1 Akan Diangkut Kapal Laut

Antonov Dibom, Satelit Satria-1 Akan Diangkut Kapal Laut

ADVERTISEMENT

Laporan dari Los Angeles

Antonov Dibom, Satelit Satria-1 Akan Diangkut Kapal Laut

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Rabu, 27 Jul 2022 13:29 WIB
Menkominfo Johnny G Plate di Kantor Boeing Los Angeles
Menkominfo Johnny G Plate di Kantor Boeing Los Angeles (Foto: Fitraya Ramadhanny/detikINET)
Los Angeles -

Pemerintah sudah punya solusi untuk Satelit Satria-1 yang pengirimannya terdampak perang Rusia-Ukraina. Satelit ini akan dikirim ke AS pakai kapal laut.

Hal ini disampaikan Menkominfo Johnny G Plate usai kunjungan kerja ke Boeing Satellite Systems Internasional dan SpaceX di Los Angeles, Amerika Serikat, seperti diberitakan Rabu (27/7/2022). Dia mengatakan perang Rusia-Ukraina mempengaruhi ketersediaan chip dan logistik pesawat, dalam hal ini pesawat raksasa Antonov.

"Di Ukraina, 1 sudah hancur karena perang Antonov 225 yang besar. 3 Tertahan di Ukraina, 4 di luar Ukraina yang melayani seluruh dunia jadi ketersediaannya terbatas," kata dia.

Hal itu menjadi gangguan dari rencana pembangunan Satelit Satria-1 yang butuh chip dan kendaraan pengangkut jumbo. Pada akhirnya, solusi alternatif telah diputuskan sebagai pengganti pesawat Antonov.

"Untuk Satria-1 akan menggunakan jalur transportasi laut dari Prancis pakai kapal laut dibawa ke Florida menyeberang Lautan Atlantik. Itu butuh waktu 2 minggu," kata Johnny.

Hot Backup Satellite yang dibikin Boeing lebih beruntung. Ia nanti tinggal dikirim dengan truk kontainer khusus dari Los Angeles, California ke Cape Canaveral, Florida selama 9-10 hari perjalanan.

"Dengan demikian sudah ada solusi, sehingga masalah logistik ini jangan sampai mempengaruhi. Sejauh ini tanggal operasi komersial masih tetap seperti yang direncanakan," kata Johnny.

Johnny mengatakan yang akan terbang duluan tahun 2023 dengan roket SpaceX adalah Hot Backup Satellite (HBS) buatan Boeing Satellite pada Mei 2023. Lalu yang kedua, adalah Satelit Satria-1 pada Juni atau Juli 2023 dan yang ketiga adalah satelit Telkomsat yang jadwalnya lagi disusun.

Secara terpisah, Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Anang Latif mengatakan ukuran satelit Satria-1 cukup besar, sehingga mesti diangkut dengan kapal kargo raksasa dan pilihan jatuh pada kapal laut. Meski begitu Anang belum mau mengungkap perusahaan kapal kargo mana yang dipilih.

"Belum (bisa disebut-red) ini kita masih negosiasi harga dan macam-macam, tapi ini memberikan optimisme bahwa schedule masih on time di 2023," kata Anang.

Kata Anang, Satelit Satria-1 akan ditempatkan di 146 BT di atas Papua sementara Satelit HBS akan ditempatkan di 113 BT di atas Kalimantan. Keduanya punya jangkauan ke seluruh Indonesia.

"Kedua satelit ini akan disertai pergelaran ground station, remote terminal. Target kami di 150 ribu titik layanan," kata Anang.



Simak Video "Menkominfo Minta Seluruh Negara Dukung Indonesia Jadi Dewan ITU "
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT