Basmi SMS Penipuan, Operator Kerahkan 'Senjata' Tercanggih

Basmi SMS Penipuan, Operator Kerahkan 'Senjata' Tercanggih

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 29 Nov 2021 21:11 WIB
Modus penipuan melalui layanan SMS.
Marak SMS Penipuan, Operator Kerahkan 'Senjata' Tercanggih. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Pemerintah Australia sudah kehilangan kesabarannya masih maraknya SMS penipuan. Mereka pun mengizinkan operator seluler mengerahkan 'senjata' terkuatnya dalam mengatasi persoalan tersebut.

Meski sudah diatasi oleh pemerintah federal, laporan penipuan malah terus meningkat sejak tahun lalu. Warga Australian telah kehilangan lebih dari USD 87 juta atau setara Rp 1,2 triliun gara-gara ulah SMS dan telepon penipuan pada tahun ini.

Pemerintah Australia kemudian melakukan perubahan aturan, yang mana perusahaan telekomunikasi dalam mengintensifkan blokir SMS dan telepon penipuan dengan teknologi yang lebih canggih.

Dikutip Sydney Morning Herald, Senin (29/11/2021) CEO Telstra Andrew Penn, perubahan aturan ini memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan akses ke kumpulan data yang lebih kaya dan menggunakan algoritma dan mesin kecerdasan buatan. Tujuannya untuk mengidentifikasi pesan teks berbahaya dengan lebih canggih.

"Anda bayangkan, ada miliaran jika tidak triliunan transaksi dan SMS dan panggilan melalui jaringan telekomunikasi sepanjang waktu, setiap tahun. Dan apa yang harus kita coba dan lakukan adalah menyaring itu dan mengidentifikasi mereka yang jahat lalu memblokir di sumbernya," ujar Penn.

Menteri Dalam Negeri Australia, Karen Andrews mengungkapkan, penjahat terorganisir, banyak dari mereka yang terlibat dalam geng kriminal transnasional yang berada di balik SMS penipuan ini.

Dia mengatakan peraturan baru ini akan secara eksplisit melakukan pemblokiran pesan teks berbahaya untuk operasi dan pemeliharaan sistem telekomunikasi. Di sisi lain, para pelaku kejahatan mengembangkan serangan kepada korban.

"Jadi, seiring waktu dengan semakin banyak data yang masuk, pembelajaran mesin akan memastikan bahwa kecerdasan buatan kami meningkat dan bahwa kami dapat menangani dengan cara yang jauh lebih efektif saat penipuan terjadi," ungkapnya.

"Tetapi, kita juga harus sangat berhati-hati bahwa para penjahat akan melihat kesempatan yang mereka bisa untuk menipu orang Australia," sambungnya.



Simak Video "Melihat Observatorium Pelacak Satelit di Australia"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)