Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Israel Tebar Selembaran Berisi QR Code Pakai Pesawat di Lebanon

Israel Tebar Selembaran Berisi QR Code Pakai Pesawat di Lebanon


Aisyah Kamaliah - detikInet

Tentara Israel terbang rendah di langit Beirut, Lebanon, membagikan selembaran berisi QR code. Apa maksud dari QR code tersebut?
Tentara Israel terbang rendah di langit Beirut, Lebanon, menebarkan selembaran berisi QR code. Foto: AFP/Arab News
Jakarta -

Tentara Israel terbang rendah di langit Beirut, Lebanon, menebarkan selembaran berisi QR code. Apa maksud dari QR code tersebut?

Ada beberapa selembaran yang dibagikan oleh tentara Israel di Beirut. Sebagian di antaranya menyerukan warga untuk menuntut pelucutan senjata Hizbullah dan bersikeras bahwa keputusan tersebut harus berada di tangan mereka, bukan orang lain.

Yang lainnya dirancang menyerupai surat kabar. Judulnya seperti ini: 'Mengingat keberhasilan besar di Gaza, surat kabar Realitas Baru tiba di Lebanon... Ke mana arah negara kita?'

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Melansir New Arab, Sabtu (14/3/2026), di antara selebaran-selebaran tersebut, yang berisi hasutan terhadap Hizbullah, memuat kode QR. Tentara Lebanon dan para ahli keamanan siber telah memperingatkan masyarakat agar tidak melakukan scan atau mengaksesnya melalui ponsel mereka.

Mereka mengatakan bahwa melakukan hal itu dapat membuat perangkat rentan terhadap peretasan atau membuatnya dapat dilacak. Dengan demikian, ini memungkinkan pengumpulan data dan informasi pribadi pengguna.

Risikonya juga terletak pada terbukanya saluran komunikasi dengan militer Israel. Dalam sebuah pernyataan, tentara Lebanon mengatakan bahwa sebuah pesawat Israel telah menjatuhkan selebaran cetak di atas Beirut yang berisi kode QR yang terhubung ke platform WhatsApp dan Facebook untuk berkomunikasi dengan unit intelijen manusia tentara Israel, yang dikenal sebagai 'Unit 504'. Unit ini yang bertanggung jawab untuk merekrut informan.

Penyebaran selebaran ini terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Israel di seluruh Lebanon, termasuk serangan Israel di pinggiran selatan Beirut dan daerah lain. Perang tersebut telah menyebabkan sejumlah besar warga sipil mengungsi.

Selain kampanye militernya, Israel juga telah mengintensifkan perang psikologis yang menargetkan warga sipil. Ini termasuk panggilan telepon dan pesan teks yang mengancam yang dikirim secara acak kepada orang-orang sehingga menyebarkan kepanikan yang meluas.

Pesan-pesan tersebut bahkan telah mencapai kantor-kantor resmi, kementerian, administrasi publik, dan gedung pengadilan, yang dengan cepat dan sementara dievakuasi karena kekhawatiran bahwa mereka mungkin menjadi sasaran serangan udara.




(ask/ask)






Hide Ads