Telkomsel Lanjutkan Pemerataan Jaringan 4G/LTE hingga Pelosok

Telkomsel Lanjutkan Pemerataan Jaringan 4G/LTE hingga Pelosok

Nurcholis Maarif - detikInet
Senin, 26 Jul 2021 18:30 WIB
Pemeliharaan Tower di Pelosok
Foto: Telkomsel
Jakarta -

Telkomsel akan meneruskan program pemerataan akses infrastruktur dan kualitas broadband, terutama di wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal) hingga perbatasan negara, dengan layanan broadband 4G/LTE pada 2021 ini. Hal tersebut juga sebagai komitmen Telkomsel untuk mendampingi masyarakat melalui ketersediaan akses konektivitas digital, terutama di masa pandemi COVID-19 yang penuh tantangan.

Langkah ini dilakukan menyusul penuntasan pembangunan BTS 4G/LTE dan melebihi target yang dicanangkan di awal tahun 2020 serta dukungan program pemerintah dalam penyediaan jaringan broadband 4G/LTE di seluruh desa yang belum terjangkau akses telekomunikasi hingga tahun 2022.

Direktur Network Telkomsel Nugroho menjelaskan pembangunan jaringan yang berlandaskan pada penambahan kapasitas dan kecepatan jaringan menjadi wujud pemahaman Telkomsel terhadap kondisi pelanggan yang masih menghadapi pandemi. Pada 2020 lalu, Telkomsel mencatat terdapat lonjakan trafik payload layanan broadband yang cukup signifikan.

Telkomsel, kata dia, juga telah berupaya memenuhi kenyamanan masyarakat dengan optimalisasi pengamanan quality of service (QoS) jaringan di sepanjang 2020 lalu guna menjaga pengalaman pelanggan dalam melakukan aktivitas digitalnya.

"Mengacu pada pencapaian selama 2020, Telkomsel menatap optimistis untuk tetap dapat menghadirkan pengalaman akses broadband yang prima bagi pelanggan di 2021 ini," ujarnya beberapa waktu lalu, dikutip dari situs resmi Telkomsel, Senin (26/7/2021).

Hingga kuartal satu 2021 ini, Telkomsel telah menggelar lebih dari 234.000 unit BTS, atau meningkat 6,8% (YoY), di mana lebih dari 183.000 unit merupakan BTS beteknologi broadband 3G/4G, tumbuh +8,8% (YoY).

"Pada tahun ini, secara keseluruhan Telkomsel memprediksi akan terjadi pertumbuhan trafik akses broadband yang masih sangat tinggi. Memahami hal tersebut, Telkomsel juga akan melanjutkan fokus pada pengembangan cakupan layanan VoLTE serta mengkaji penerapan teknologi pendukung terbaru seperti Open RAN di Indonesia guna memastikan kesetaraan pengalaman broadband masyarakat terpenuhi," tambah Nugroho.

Mereka yang Dapat Manfaat Layanan 4G/LTE

Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Golo Ketak, NTT, Fransiscus Mambok mengatakan seiring dengan implementasi metode belajar daring dari rumah, kualitas jaringan di wilayahnya semakin baik melalui ketersediaan jaringan 4G dari Telkomsel.

"Harapannya, mudah-mudahan dengan hadirnya jaringan 4G di desa kami, anak-anak kami dan masyarakat dapat memanfaatkan jaringan internet dari Telkomsel dengan baik," ujarnya.

"Ketersediaan jaringan dari Telkomsel ini juga semakin meningkatkan rasa persatuan kami sebagai satu bangsa yang kuat, dan mendorong semangat untuk memajukan daerah kami agar bisa bersaing dan maju bersama desa-desa lain," imbuhnya.

Hal sama dirasakan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kormomolin Tanimbar, Maluku, Ambon, Ollyva Esther Turlel. Ia mengatakan dukungan dari Telkomsel memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kualitas jaringan 4G di daerahnya.

"Sebagai salah satu desa 3T yang sangat minim pengetahuan akan teknologi, maka dengan adanya bantuan jaringan dari Telkomsel kami sangat berterima kasih sekali. Karena jaringan Telkomsel sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga kami harap upaya Telkomsel dapat terus berlanjut ke depan, melihat dari masyarakat yang sangat membutuhkan dukungan tersebut," imbuhnya.

Penyediaan Jaringan 4G/LTE di Seluruh Desa pada 2022

Lebih lanjut Nugroho menjelaskan Telkomsel telah menggelar lebih dari 2.000 BTS di seluruh wilayah 3T hingga perbatasan negara yang merupakan bagian dari proyek BTS Universal Service Obligation (USO), yaitu upaya kolaborasi bersama Badan Aksesibilitas dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo) dalam pemerataan dan kesetaraan akses broadband di seluruh Indonesia.

BTS USO selama ini menjadi salah satu tulang punggung dalam pemerataan akses telekomunikasi di wilayah 3T serta perbatasan negara. Maka dari itu, peningkatan layanan yang dilakukan Telkomsel dikatakan menjadi dukungan perusahaan dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Nugroho mengatakan upaya tersebut menjadi kontribusi Telkomsel dalam mendukung usaha pemerintah untuk menyediakan jaringan 4G/LTE di seluruh desa pada 2022. Selain itu, untuk mendukung kewajiban yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam menghadirkan jaringan broadband di wilayah non-3T yang belum mendapatkan akses internet cepat, Telkomsel berkomitmen menggelar 1.500 BTS 4G/LTE atau 100 persen sesuai dengan target yang diamanatkan oleh pemerintah melalui Kemenkominfo RI.

"Telkomsel memastikan berbagai upaya pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas jaringan, serta pengembangan layanan dijalankan secara customer-centric, karena seluruh kegiatan ini semata-mata untuk menjawab kebutuhan gaya hidup digital pelanggan yang terus berkembang dari waktu ke waktu," ujarnya.

Telkomsel juga mendorong penguatan ekosistem jaringan broadband dengan berkolaborasi bersama para penyedia gawai pintar, agar pemanfaatan jaringan 4G/LTE dapat lebih terakselerasi dan maksimal.

Telkomsel menghadirkan inovasi layanan yang mempermudah masyarakat dan pelanggan untuk dapat menikmati layanan 4G/LTE, salah satunya dengan mempermudah proses layanan ganti kartu/upgrade uSIM 4G melalui berbagai channel layanan yang tersedia. Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui https://www.telkomsel.com/tukarkartu4g.

"Upaya peningkatan pengalaman gaya hidup digital ini pun sejalan dengan komitmen Telkomsel sebagai leading digital telco company yang juga akan menguatkan ekosistem pendukung seperti penyediaan produk dan layanan broadband yang affordable serta kolaborasi bersama mitra penyedia device dan para pengembang platform aplikasi digital," pungkas Nugroho.

(ncm/ega)