Sejak 1984, Ini Sejarah Masuknya Jaringan Seluler 1G-5G di Indonesia

Sejak 1984, Ini Sejarah Masuknya Jaringan Seluler 1G-5G di Indonesia

Erika Dyah Fitriani - detikInet
Senin, 24 Mei 2021 15:51 WIB
Ilustrasi 5G
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Sebagai negara berkembang, Indonesia tak pernah ketinggalan memanfaatkan kemunculan dari jaringan seluler yang dikembangkan oleh negara-negara maju di dunia. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu pengguna koneksi seluler terbesar di dunia.

Melansir datareportal, terdapat 345,3 juta koneksi seluler di Indonesia pada Januari 2021. Jumlah pengguna jaringan seluler ini mengalami peningkatan hingga 4 juta pengguna dalam satu tahun, atau kurang lebih 1,2% dalam periode Januari 2020 dan Januari 2021.

Adapun jumlah jaringan seluler di Indonesia pada Januari 2021 setara dengan 125,6% dari total penduduk Indonesia. Sebab, banyak orang memiliki lebih dari satu jaringan seluler.

Dikutip dari livinginIndonesia, Indonesia memiliki struktur telekomunikasi yang cukup kuat untuk layanan telepon selulernya terutama di kota-kota besar. Dahulu, orang menggunakan telepon seluler untuk mengirim pesan teks/ SMS dan menelepon saja. Berkat perkembangan teknologi jaringan yang kini memasuki generasi kelima (5G), orang-orang dapat menggunakan telepon seluler untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Tahukah Anda? Kemudahan menggunakan jaringan seluler yang kini bisa dinikmati di Tanah Air telah melalui proses yang panjang. Melansir laman resmi Telkomsel, berikut perjalanan masuknya jaringan 1G hingga 5G di Indonesia.

1G

Meski diluncurkan pertama kali oleh perusahaan Jepang, Nippon Telegraph dan Telephone pada 1979 silam teknologi jaringan seluler generasi pertama ini baru dipasarkan secara nasional di tahun 1984.

Tak ketinggalan, Indonesia juga memperkenalkan teknologi ini untuk pertama kali pada tahun yang sama. Kala itu, PT Telkom bersama dengan PT Rajasa Hazanah Perkasa menyelenggarakan layanan komunikasi seluler menggunakan teknologi NMT (Nordic Mobile Telephone) dengan menggunakan frekuensi 450 MHz. Diketahui, teknologi 1G beroperasi dengan menggunakan sistem analog dan masih memiliki berbagai keterbatasan dalam penggunaanya.

2G

Teknologi jaringan seluler generasi kedua (2G) muncul pada tahun 90-an, dengan berbagai perkembangannya. Mulai dari 2G GSM (Global System for Mobile Communications) berbasis teknologi TDMA (Time Division Multiple Access), hingga berevolusi menjadi 2,5G dengan GPRS (General Packet Radio Service) dan 2,75G dengan EDGE (Enhanced Data rates for Global Evolution).

Pada tahun 1992, teknologi 2G pertama kali dihadirkan di Tanah Air. Adapun kemunculannya ditandai dengan proyek percontohan seluler digital berstandar GSM oleh Telkomsel (dulu bernama Telkomsel GSM) di Pulau Batam. Setelahnya, PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) menjadi operator GSM pertama yang menggunakan kartu SIM di tahun 1994. Disusul oleh Telkomsel pada 1995 dan PT Excelcomindo Pratama di tahun 1996.

3G

Dua dekade lalu, teknologi 3G diluncurkan oleh operator asal Jepang NTT DoCoMo. Teknologi generasi ketiga ini hadir sebagai solusi akan kebutuhan internet dengan menawarkan kecepatan data hingga 2 Mbps.

Kelahiran 3G di Indonesia dimulai pertama kali pada tahun 2005. Saat itu, Telkomsel berhasil melakukan uji coba 3G berbasis teknologi W-CDMA (Wideband-code Division Multiple Access) di Jakarta. Keberhasilan ini terus berlanjut ke beberapa wilayah, seperti Surabaya dan Batam. Setelah uji coba dikatakan sukses, Telkomsel menjadi operator pertama yang menggelar jaringan 3G secara komersial pada 2006 silam.

4G

Mengutip laman baktikominfo, teknologi 4G atau yang kerap disebut sebagai koneksi LTE merupakan koneksi yang saat ini paling banyak digunakan untuk keperluan komersil. Generasi keempat ini menawarkan kecepatan hingga 100 Mbps, bahkan berkembang hingga 1 Gbps dengan adanya LTE-Advanced.

Di Tanah Air, teknologi 4G LTE pertama pertama kali diuji coba oleh Telkomsel pada 2013 tepatnya di Pulau Bali. Setahun berselang, Telkomsel menjadi operator seluler pertama yang mengoperasikan jaringan ini di Indonesia dengan meluncurkan 4G LTE secara komersial pada akhir 2014. Diketahui, coverage penetration Telkomsel akan jaringan 4G di Indonesia kini mencapai 95%.

5G

Teknologi jaringan seluler teranyar telah memasuki generasi kelima. 5G digadang-gadang bisa mencapai data rate hingga 20 kali lebih cepat dari pendahulunya (20 Gbps) dan dapat mendukung industri 4.0.

Kebanyakan masyarakat Indonesia saat ini masih mengandalkan koneksi 4G. Meski demikian, teknologi 5G sudah mulai dikembangkan di tanah air melalui serangkaian uji coba salah satunya yang dilakukan oleh Telkomsel.

Baru-baru ini Telkomsel diketahui tengah melakukan Uji Layak Operasi (ULO) 5G di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sebelumnya, Telkomsel juga pernah menghadirkan uji coba layanan 5G 'Telkomsel 5G Experience Center' pada momentum Asian Games 2018 dan uji coba 'Telkomsel 5G for Industry 4.0' di Batam pada 2019 lalu.

Pengembangan ini dilakukan untuk turut mengembangkan teknologi jaringan 5G di Indonesia. Kendati demikian, Anda juga harus memastikan perangkat smartphone atau gawai lainnya yang Anda miliki mendukung jaringan 5G untuk dapat menyambut kehadiran teknologi teranyar ini.



Simak Video "Gojek Dapat Suntikan Rp 4,3 T dari Telkomsel, Bakal Dipakai Buat Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)