Senjata Telkom Genjot Tranformasi dan Ekosistem Bisnis BUMN

Senjata Telkom Genjot Tranformasi dan Ekosistem Bisnis BUMN

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 08 Jan 2021 19:32 WIB
Guna mempercepat transformasi operasional dan ekosistem bisnis, Telkom bersinergi dengan perusahaan BUMN lainnya dalam menghadirkan Telecommunication & Media Institute (TMI).
Foto: Telkom
Jakarta -

Guna mempercepat transformasi operasional dan ekosistem bisnis, Telkom bersinergi dengan perusahaan BUMN lainnya menghadirkan Telecommunication & Media Institute (TMI). Apa itu?

Sebagai inforamasi, perusahaan BUMN yang bersinergi dalam meresmikan TMI, yaitu Perum Produksi Film Negara (PFN), Perusahaan Pengelola Aset (PPA), dan Danareksa. Selain TMI, secara keseluruhan ada 12 kluster yang didirikan Kementerian BUMN.

Secara umum ada tiga misi dari TMI. Pertama, mempercepat transformasi operasional dan ekosistem bisnis melalui kolaborasi bisnis yang memadai. Kedua, mempercepat penggunaan teknologi digital secara efektif ke dalam bisnis dengan tepat waktu guna menghasilkan nilai tambah signifikan. Ketiga, meningkatkan talenta digital yang bekerja dan terlibat di BUMN.

Dari sinergi keempat BUMN tersebut, diproyeksikan akan tercipta IT B2B Solution Schools & Labs, Content Creation School & Lab, Business Restructuring School & Lab, Stock Market School & Lab, Digital School & Lab, dan Communication School & Lab.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, TMI sebagai bentuk kontribusi Telkom dalam mewujudkan bangsa yang lebih sejahtera dan berdaya saing. Melalui riset, inovasi, dan pembelajaran yang dilakukan secara terpadu, TMI berkontribusi kepada pengembangan ekosistem digital yang kuat serta talenta digital berstandar internasional.

"Ini merupakan pekerjaan kita bersama yang kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak yang memiliki visi yang sama untuk TMI, seperti akademisi/universitas, bisnis (BUMN), komunitas, pemerintah, dan penyedia teknologi," ujarnya seperti dalam keterangannya.

Diharapkan, keberadaan TMI memperoleh manfaat dari pengembangan inovasi yang dihasilkan, meningkatkan daya saing dan mendorong kinerja perusahaan serta meletakkan fondasi yang kuat, serta menjadi penggerak kemandirian teknologi serta pusat inovasi bangsa dalam menjawab tantangan ekonomi digital.

"Demi menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara," kata Ririek melanjutkan.

Sementara itu, Alex Denni selaku Deputi Bidang SDM & Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN mengungkapkan, BUMN berupaya mengembangkan proses pembelajaran dan inovasi di perusahaannya guna menghadapi tantangan zaman yang kian menantang.

Salah satu wujudnya adalah mendirikan BUMN Center of Excellence yang terdiri dari learning institute dan research institute. Keduanya diwajibkan berdiri permanen baik di setiap BUMN maupun klaster sinergi antar BUMN, sehingga bukan sekedar formalitas.



Simak Video "Alat-alat Telkom di Jambi Dicuri Security-Karyawannya Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)