Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kiamat AI Ditunda! Prediksi Kehancuran Manusia Mundur dari 2027

Kiamat AI Ditunda! Prediksi Kehancuran Manusia Mundur dari 2027


Fino Yurio Kristo - detikInet

Ilustrasi AI di bisnis
Foto: dok. Freepik
Jakarta -

Seorang pakar kecerdasan buatan (AI) terkemuka, memundurkan prediksi waktunya mengenai 'kiamat AI'. Menurutnya, butuh waktu lebih lama dari perkiraan awalnya bagi sistem AI untuk mampu menulis kode secara otonom, yang dapat mempercepat pengembangan mereka menuju superinteligensi.

Daniel Kokotajlo, mantan karyawan OpenAI, memicu perdebatan sengit April lalu dengan merilis AI 2027, skenario yang membayangkan pengembangan AI tanpa kendali yang mengarah pada terciptanya superinteligensi. Setelah mengelabui para pemimpin dunia, AI itu kemudian memusnahkan umat manusia.

Skenario tersebut tentu memicu pro kontra. Wakil Presiden AS, JD Vance, tampaknya merujuk AI 2027 dalam wawancara membahas perlombaan senjata AI antara AS dan China. Gary Marcus, profesor emeritus ilmu saraf di New York University, menyebut tulisan itu karya fiksi dan berbagai kesimpulannya omong kosong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Estimasi waktu AI transformatif atau AGI (artificial general intelligence), yang mampu menggantikan manusia dalam sebagian besar tugas kognitif, lama jadi topik dalam komunitas keselamatan AI. Rilis ChatGPT di 2022 mempercepat perkiraan waktu ini, di mana ahli memprediksi kedatangan AGI dalam hitungan dekade atau tahun.

ADVERTISEMENT

Kokotajlo dan timnya menyebut 2027 sebagai tahun di mana AI mencapai kemampuan pengodean otonom penuh. Kini, keraguan muncul soal seberapa dekat kedatangan AGI dan apakah istilah tersebut bermakna. "Banyak orang lain memundurkan estimasi waktu mereka selama setahun terakhir, karena mereka sadar betapa tidak ratanya performa AI," kata Malcolm Murray, pakar manajemen risiko AI.

"Agar skenario seperti AI 2027 terjadi, AI akan butuh lebih banyak keterampilan praktis yang berguna dalam kompleksitas dunia nyata. Saya rasa orang-orang mulai menyadari adanya inersia sangat besar di dunia nyata yang akan menunda perubahan masyarakat secara menyeluruh," imbuhnya yang dikutip detikINET dari Guardian, Jumat (9/1/2026).

"Istilah AGI masuk akal ketika sistem AI masih sangat sempit kemampuannya, seperti main catur dan Go. Sekarang kita punya sistem yang sudah cukup umum dan istilah tersebut tidak lagi terlalu bermakna" kata Henry Papadatos, direktur eksekutif SaferAI.

Skenario AI 2027 bergantung pada gagasan agen AI akan sepenuhnya mengotomatisasi penulisan kode serta penelitian dan pengembangan AI. Itu akan mengarah pada 'ledakan kecerdasan' di mana agen AI menciptakan versi diri yang makin cerdas dan kemudian, dalam satu kemungkinan akhir, membunuh semua manusia pertengahan 2030-an demi memberi ruang bagi lebih banyak panel surya dan pusat data.

Namun Kokotajlo dan rekan penulisnya merevisi ekspektasi mengenai kapan AI mungkin bisa menulis kode otonom, dengan memperkirakan hal ini kemungkinan terjadi pada awal 2030-an, bukan 2027. Ramalan baru ini menetapkan tahun 2034 sebagai target baru 'superinteligensi' dan tak memuat tebakan kapan AI mungkin memusnahkan manusia. "Segalanya tampak agak lebih lambat dari skenario AI 2027," tulis Kokotajlo.

Menciptakan AI yang dapat melakukan penelitian AI masih jadi tujuan perusahaan-perusahaan AI terkemuka. CEO OpenAI, Sam Altman, pernah mengatakan jika memiliki peneliti AI otomatis pada Maret 2028 adalah tujuan internal perusahaan, tapi mengakui mereka mungkin gagal total mencapai tujuan ini.




(fyk/fay)
TAGS







Hide Ads