Liu Zhiyu dulu terkenal di China karena pandai matematika. Terlebih, dia menolak beasiswa penuh dari Massachusetts Institute of Technology dan memilih menjadi biksu Buddha sebelum kembali ke kehidupan duniawi. Kini, dia bekerja 10 jam sehari melakukan livestream untuk menghidupi keluarga.
Liu kembali jadi sorotan setelah Deng Yu dan Wang Hong jadi warga negara China pertama yang menang Fields Medal bulan Juli, salah satu penghargaan tertinggi matematika. Hal itu memicu kembali minat publik terhadap kehidupan Liu setelah ia meninggalkan dunia matematika.
Lahir di Wuhan, Liu memenangkan medali emas dengan nilai sempurna di Olimpiade Matematika Internasional tahun 2006 dan diterima langsung di program matematika Universitas Peking. Setelah lulus, ia menerima tawaran beasiswa penuh dari Massachusetts Institute of Technology di AS. Alih-alih studi pascasarjana di sana, ia memilih jadi biksu Buddha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kemudian, Liu kembali ke kehidupan duniawi tahun 2022 dan merambah ke bisnis psikologi. Di 2023, ia merintis usahanya sendiri, menggabungkan psikologi dan budaya tradisional China dengan siaran langsung serta kursus online. Ia menikah pada tahun yang sama dan dikaruniai seorang putra tahun berikutnya.
Kini di usia 38 tahun, ia bekerja dari apartemen satu kamar tidur berukuran sekitar 30 meter persegi di Beijing yang diubah menjadi studio, menurut media berita The Paper.
Ia biasanya bangun antara pukul 7 hingga 8 pagi dan siaran pukul 9. Selain makan dan istirahat siang sekitar tiga jam, ia bekerja hingga pukul 9 malam, menghabiskan waktu lebih dari 10 jam sehari. Di luar livestream, ia merencanakan topik, meninjau naskah, merekam kursus, mengelola karyawan, dan mengadakan seminar psikologi.
Ia tidak dapat mengurangi beban kerjanya pada tahun-tahun awal menjalankan bisnis. "Seluruh industri internet budayanya sangat kompetitif. Jika Anda tidak maju, Anda akan tertinggal," katanya.
Keuangannya terbatas ketika memulai bisnis tersebut. Setelah sekitar tiga tahun, bisnisnya belum membuatnya kaya, tapi setidaknya tidak lagi merugi. Ia dan istrinya, yang juga bekerja di bisnis tersebut, kini pindah ke apartemen sewaan dua kamar tidur dan meninggalkan rumah lama mereka untuk dijadikan studio.
Menghidupi Keluarga
Pernikahan dan peran sebagai ayah mengubah pandangannya terhadap uang. Ketika hanya bertanggung jawab atas dirinya, ia yakin bisa bertahan dengan 1.000 yuan sebulan dan dalam skenario terburuk, tidur di bawah jembatan. Pandangannya berubah setelah berkeluarga.
"Menghidupi keluarga butuh uang. Anda harus berbelanja kebutuhan sehari-hari, memasak, dan makan dengan lebih baik," ujarnya.
Keputusannya mengomersialkan pengetahuannya memicu kritik di dunia maya. Beberapa pihak mempertanyakan mengapa seorang mantan anak ajaib matematika dan biksu Buddha kini menjual kursus dan produk melalui internet. Namun ia menyatakan itu adalah pekerjaan yang sah.
"Jika kita tulus ingin membantu orang lain, kita juga perlu mencari nafkah dan membuat pekerjaan kita berkelanjutan," cetusnya.
Ia mengaku puas dengan kehidupannya saat ini. "Apa yang saya lakukan setiap hari itu bermakna dan sesuatu yang sangat saya minati," pungkas Liu.