Banyak Aplikasi Bisa Direalisasikan Usai Telkomsel Investasi ke Gojek

Banyak Aplikasi Bisa Direalisasikan Usai Telkomsel Investasi ke Gojek

Nurcholis Maarif - detikInet
Selasa, 08 Des 2020 18:33 WIB
Telkomsel, Ilustrasi Telkomsel, Logo Telkomsel
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Telkomsel belum lama ini menyuntik dana USD 150 juta atau setara Rp 2,1 triliun ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek. Langkah investasi tersebut dinilai berpengaruh positif dan strategis untuk keduanya, terutama di era transformasi digital saat ini.

Chief Digital Startup, Ecommerce, & Fintech Sharing Vision Indonesia, Nur Islami Javad mengatakan transformasi digital telah membuat terbentuknya 50% pasar baru. Sebuah perusahaan kalau tidak melakukan transformasi digital akan sulit mendapatkan pasar tersebut.

"Kalau tanpa ada jebolan-jebolan yang istilahnya apa ya, signifikan atau nekat, mungkin sekarang bisa jadi Telkom Group nggak sesemangat ini. Jadi pengaruh investasi ini besar banget," ujar Jeff, sapaan akrabnya, kepada detikINET beberapa waktu lalu.

Jeff menilai kolaborasi tersebut berdampak positif dan strategis, baik untuk Telkomsel maupun Gojek. Sebab Telkomsel sebagai anak usaha dari Telkom Group sudah punya infrastruktur yang kuat, sedangkan Gojek seringkali disebut mewakili Indonesia.

"Dari Telkomsel jelas positif, banyak banget lah. Dari sisi Gojek, itu strategis. Gojek kan mewakili Indonesia menurut banyak orang. Bisa jadi dengan diinvestasikan (anak usaha) Telkom itu semakin kerasa karya anak bangsanya. Nanti mungkin di-support dari infrastruktur, (bisa) lebih stabil sih," ujar Jeff yang juga Co-CEO & Co-Founder BIM.

Ia juga mengatakan keduanya bisa saling tukar pengguna untuk mempromosikan inovasi produk yang diciptakan. Selain itu, kelebihan dari masing-masing perusahaan kalau digabungkan bisa menjadi produk yang luar biasa.

"Kan saya perhatikan Telkom (juga) banyak bikin aplikasi tapi kurang diperhatikan. Misalnya UMeetMe, yang kaya Zoom, dari bulan Maret sudah saya kenal, tapi sampai sekarang belum kedengeran orang itu. Bisa jadi dengan Gojek, implementasi atau istilahnya user acquisition dari inovasi digital itu bisa masuk ke eksternal Telkom, tidak hanya internal," ujarnya.

"Banyak aplikasi yang bisa direalisasikan, di Telkom Group tuh kuda-kudanya kuat banget. Di Gojek tuh untuk masalah customer acquisition, masalah adaptasi di user atau customer kuat banget. Dua itu kalau digabungin luar biasa," imbuhnya.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Telkomsel dan Gojek dalam rilis resminya menyebut kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat layanan digitalnya, mendorong inovasi dan produk baru, serta meningkatkan kenyamanan bagi para pengguna dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Sinergi melalui teknologi dan ekosistem dari kedua perusahaan karya anak bangsa ini juga akan mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia. Keduanya ingin membuat produk baru yang dikembangkan bersama serta program-program inovatif yang dapat memberikan penghematan biaya seperti promosi bersama dan bundling produk.

Kedua perusahaan juga akan berkolaborasi di bidang gaya hidup digital serta mengembangkan solusi teknologi periklanan digital yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di berbagai skala bisnis. Selebihnya, Gojek dan Telkomsel juga bekerjasama dalam bidang pemberdayaan talenta melalui pertukaran pengalaman dan program pembinaan keahlian profesional sebagai bentuk upaya meningkatkan sumber daya manusia teknologi di Indonesia.

Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro mengatakan kolaborasi antara Telkomsel dan Gojek berawal dari visi yang sama dari kedua belah pihak, yaitu untuk mempertegas posisi pemain lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

"Kami sangat bangga berkesempatan untuk berkolaborasi dengan platform kebanggaan anak bangsa yang terus memberikan dampak positif bagi jutaan rakyat Indonesia, pada setiap aspek kehidupan sehari-hari," ujarnya.

"Kami percaya, kerja sama dengan Gojek dan ekosistemnya yang luas juga akan mengakselerasi transformasi Telkomsel sebagai digital telco company dan memperkuat konsistensi perusahaan dalam membangun ekosistesm digital yang inklusif dan berkelanjutan, walaupun di saat kita masih menghadapi situasi penuh tantangan di tengah pandemi. Semangat kolaborasi, akan terus menjadi fondasi kami dalam menghadirkan manfaat teknologi digital di seluruh sektor kehidupan seluruh lapisan masyarakat Indonesia," jelas Setyanto.

(prf/fay)