Telkomsel Perluas 4G Dinilai Bisa Dorong Ekonomi Digital Indonesia

Telkomsel Perluas 4G Dinilai Bisa Dorong Ekonomi Digital Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 07 Des 2020 21:05 WIB
Logo Telkomsel
(Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Telkomsel terus berupaya memeratakan akses internet dengan ketersediaan jaringan 4G di seluruh Indonesia, tak terkecuali di daerah pelosok. Luasnya sinyal 4G Telkomsel dan kekuatan layanan Gojek bisa jadi model untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Gojek memiliki layanan sudah digunakan oleh jutaan konsumen dan mitra pengemudi, serta ratusan ribu mitra merchant di seluruh Asia Tenggara. Sedangkan Telkomsel, adalah operator seluler terbesar di Indonesia dengan jumlah pelanggan lebih dari 170 juta.

Dua kekuatan besar tersebut dikolaborasikan untuk memperkuat layanan digital, mendorong inovasi dan produk baru, hingga meningkatkan kenyamanan bagi para pengguna dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kerja sama ini merupakan perluasan dari kolaborasi Gojek dan Telkomsel dengan menawarkan paket data terjangkau kepada mitra driver sejak tahun 2018. Kemitraan ini juga akan membuka berbagai peluang kolaborasi lainnya yang memanfaatkan skala gabungan dari kedua perusahaan, sehingga dapat menjangkau jutaan masyarakat Indonesia.

Menurut Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Muhammad Ridwan Effendi kolaborasi Telkomsel-Gojek ini akan memanfaatkan kekuatan masing-masing, sehingga saling menguntungkan.

"Aset yang dimiliki Telkomsel itu ada dua yang penting, yang pertama jaringan yang luas, kedua adalah brand name yang populer. Ditunjang oleh jumlah pelanggan terbanyak di Indonesia," ujar Ridwan kepada detikINET, Senin (7/12/2020).

Duet Telkomsel-Gojek pun diharapkan dapat menghasilkan produk yang bisa mempercepat digitalisasi masyarakat Indonesia sampai pelosok.

Sementara itu, Chief Lembaga Riset Sharing Vision Dimitri Mahayana mengungkapkan, Telkomsel yang mengucurkan dana segar sebesar USD 150 juta atau setara Rp 2,1 Triliun ke kantong Gojek, harus didukung dengan strategis dan langkah taktis kedua perusahaan dalam mempengaruhi bisnis digital yang bisa menumbuhkan ekonomi digital Indonesia.

"Telecommunication dan eCommerce /eLogistics/eTransportation merupakan dua tonggak penting ekonomi digital. Gojek adalah salah satu super apps yang paling terkemuka di Indonesia dan pengalamannya sangat tergantung kualitas layanan broadband network," jelasnya.

"Di sini Telkomsel bisa mengisi dengan Gojek, dan mungkin memanfaatkan kekuatan sinerginya yang berpotensi memunculkan layanan-layanan baru yang semakin memudahkan pelanggan dengan kualitas layanan yang lebih baik. Melalui penguasaan pasar, baik Gojek maupun Telkomsel diharapkan meningkat (ekonomi digital-red)," tutur Dimitri.

>>>>> Halaman berikutnya Komitmen Telkomsel menghadirkan jaringan 4G di seluruh daerah Indonesia