Sabtu, 05 Ags 2017 12:33 WIB

Wawancara Khusus

Jurus Menkominfo PDKT dengan Facebook Cs

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Dalam sepekan ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyita perhatian karena rutin melakukan pemanggilan terhadap para penyedia layanan Over The Top (OTT) alias layanan yang bisa diakses di atas jaringan internet.

Sebut saja kehadiran CEO Telegram Pavel Durov, Facebook yang akan membuka kantor di Indonesia, serta Line, Google, dan Twitter yang juga dipanggil pekan ini.

Agenda pertemuan antara Kominfo dan para penyedia OTT ini secara garis besar tak jauh beda, yakni membahas koordinasi untuk meredam konten-konten negatif seperti radikalisme dan terorisme yang menyebar di media sosial atau layanan pesan instan.




Menteri Kominfo Rudiantara menuturkan, sebagai bagian dari pemerintah, pihaknya memiliki tugas agar paham-paham radikalisme dan terorisme, khususnya di internet, tidak berkembang di Indonesia.

Dalam pemanggilan tersebut, Kominfo menggunakan pendekatan bisnis, bukan kekuasaan. Menurutnya, itu menjadi salah satu kunci agar diskusi antara kedua belah pihak bisa berjalan dengan lancar.

Jurus Menkominfo PDKT dengan Facebook Cs Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto


"Pemerintah tidak boleh mentang-mentang, tidak boleh pakai kekuasaan tapi approach itu ke bisnis ya bisnis," ujar Rudiantara kepada detikINET.

Dalam kesempatan itu juga, Menkominfo membeberkan perhatian pemerintah kepada para OTT. Bila mereka orientasinya untuk kepentingan bisnis, maka kehadiran perusahaan di Indonesia sangat diperlukan.

"Saya selalu sampaikan kita butuh presence mereka di sini (Indonesia). Untuk apa? untuk meng-address tiga isu, yaitu soal customer service, hak dan kewajiban secara hukum, dan secara fiskal, itu saja," sebut pria yang disapa Chief RA ini.

Cara untuk perusahaan OTT ini bisa dibilang hadir di Indonesia tak hanya membuka kantor, melainkan bisa melalui jalur kerja sama dengan operator seluler yang ada di Tanah Air.

"Presence itu penting, hanya nanti berkantor di Indonesia tapi berkantor sebagai apa? Menyelesaikan masalah atau tidak dengan ada kantor di sini. Presence itu harus meng-address tiga hal tadi. Misal nggak buka kantor bisa kerja sama dengan operator, jadi nanti kalau ada keluhan hingga pajak bisa diwakilin operator yang ada di sini," tutupnya. (rns/rns)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed