Chief Corporate Officer Axiata Group, Idham Nawawi mengungkapkan, salah satu strategi XL Axiata, anak usaha Axiata Group di Indonesia, yakni membangun infrastruktur bersama dengan operator lain untuk mengejar Telkomsel. Pihaknya mendukung pemerintah segera mengesahkan regulasi network sharing, khususnya di luar Pulau Jawa.
"Saya pikir Indonesia negara yang sangat besar, kita pemain besar di Indonesia setelah Telkomsel. Jika melihat ke luar Jawa itu lebih besar lagi (peluang) untuk kita," kata Idham kepada detikINET di Hotel Le Meridien, Kuala Lumpur, Kamis (13/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idham menjelaskan, masih banyak daerah di luar Jawa yang masih belum terakses jaringan seluler atau hanya dikuasai satu operator. Di sisi lain, butuh investasi sangat besar untuk membangun infrastruktur jaringan, sehingga regulasi baru untuk network sharing bisa sangat berguna.
"Ini sangat penting bagi kita untuk bisa berbagi membangun infrastruktur jaringan, sebuah regulasi yang memungkinkan untuk sharing membangun infrastruktur jaringan, akan lebih bagus itu dilakukan untuk daerah-daerah pelosok," ujarnya.
Dia melanjutkan, network sharing antar operator juga secara tidak langsung akan membuat investasi infrastruktur telekomunikasi bisa ditekan, sehingga bisa menurunkan biaya operator. Kondisi ini menurutnya, juga akan menguntungkan konsumen lantaran tarif operator bisa lebih murah.
"Saya pikir pemerintah sudah sangat membantu operator untuk bersaing secara sehat. Tapi kita melihat masih sangat sulit di luar Jawa, kita melihat tidak banyak peluang bagi operator lain. Karena Telkomsel keluar biaya, Ooredoo keluar biaya, XL keluar biaya, jadi sangat penting sekali untuk saling berbagi infrastruktur," kata Idham.
"Kalau ini bisa dilakukan tentu akan menekan biaya, sehingga tarif bisa lebih murah. Akhirnya konsumen yang diuntungkan," tutupnya. (fyk/fyk)