Senin, 16 Mei 2016 10:15 WIB

Ekspedisi Langit Nusantara

Tak Sekadar Unjuk Performa dari Angkasa

Ardhi Suryadhi - detikInet
Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Bali - Usai sudah petualangan Elang Barat dan Elang Timur, kedua drone yang terbang dari Sabang dan Merauke dalam program Ekspedisi Langit Nusantara (Elang Nusa) Telkomsel.

Penjelajahan drone bertipe berjenis UAV (Unmanned Aerial Vehicle) berukuran besar dengan bentang sayap hingga 2,4 meter ini menjadi pembuktian performa jaringan anak usaha Telkom itu.

Sebab untuk mengunggah hasil tangkapan kamera dari kedua drone dibutuhkan jaringan mumpuni. Total ada 50 kota dengan jarak tempuh 8.500 km yang harus dilalui kedua drone. Banyak hal tentu menjadi tantangan kala Elang Barat dan Elang Timur mengangkasa. Mulai dari cuaca sampai luasnya wilayah yang dijelajahi.

Elang Barat memulai perjalanan dari Sabang dan menempuh Medan, Palembang, Tasikmalaya, Yogyakarta dan Malang. Sementara Elang Timur berangkat dari Merauke dan bergerak melewati Sorong, Ambon, Manado, Banjarmasin, Makassar, dan Labuan Bajo.

Di sinilah ketahanan jaringan Telkomsel diuji. Vice President Marketing Communications Telkomsel Nirwan Lesmana menyatakan, jika berbicara soal Indonesia maka harus seluruh wilayah, tak bisa mengesampingkan suatu area lantaran ia berada di ujung Indonesia.   

"Dengan Elang Nusa kita otomatis juga menguji network dan menegaskan komitmen kita, dimana harus ada kesetaraan di semua wilayah. Kita juga ingin memperlihatkan bahwa ini ada potensi dari keseluruhan wilayah, dan Telkomsel sudah menjadi bagian untuk mendukung itu lewat pantauan dari udara. Dan ternyata semuanya juga peduli, karena banyak juga yang pengen melihat," ujarnya, dalam penutupan program Elang Nusa di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu (15/5/2016).

Selain soal jaringan, misi lain yang juga ingin diangkat oleh Elang Nusa yakni terkait potensi wisata Indonesia. Total ada 279 tempat menarik yang terekam selama sebulan — dari 14 April sampai 14 Mei 2016 — drone Elang Barat dan Elang Timur mengangkasa.

"Kita ingin membuktikan bahwa Telkomsel dengan tagline Paling Indonesia benar-benar melayani dari Sabang sampai Merauke. Kita juga ingin menunjukkan ke dunia bahwa Indonesia sangat indah dengan pantauan dari udara," timpal Vice President Prepaid and Broadband Marketing Telkomsel Ririn Widaryani.

Ditambah ternyata penonton dari video live ataupun recorded dari Elang Nusa itu melebihi Telkomsel. Total lebih dari 75 juta menit dengan lebih dari 24 juta kali view video hasil tangkapan kamera dari drone Elang Barat dan Elang Timur yang diunggah ke www.telkomsel.com/elangnusa ditonton.

Dimana secara proporsi, penonton dari Indonesia mencapai 90% dan dari negara lain 10%, dengan Amerika Serikat dan Singapura punya kontribusi paling besar.  

"Yang nonton gak cuma pelanggan Telkomsel dan dari Indonesia saja. Jadi kita juga ingin dikenal bahwa punya pemandangan yang sangat indah," lanjutnya.

Misi ketiga Elang Nusa yang juga tak kalah penting adalah terkait pemanfaatan broadband di tengah masyarakat. Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati menyebut sektor perekonomian, pariwisata serta industri kreatif bisa naik kelas dengan campur tangan broadband.
Alhasil, selama sebulan perhelatan Elang Nusa, di beberapa kota diadakan pula seminar seputar pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan sektor UKM, pariwisata dan kreatif, yang melibatkan pemangku kepentingan setempat, termasuk pemerintah daerah.

Aktivitas ini diharapkan dapat mengiinspirasi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai bidang untuk menjual potensinya dengan cara baru yang lebih efektif.

"Jadi intinya bagaimana layanan telekomunikasi dan broadband itu bisa meningkatkan kehidupan masyarakat. Selain tentunya kita juga ingin menyampaikan bahwa layanan kami handal dan kami berkomitmen untuk melanjutkan itu," pungkas Adita.

Kini, Elang Barat dan Elang Timur sudah kembali ke 'sarang'. Di akhir perjalanan panjangnya, kedua drone dipertemukan dan disambut secara meriah di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu (14/5/2016).

Acara ini pun ditutup dengan penyerahan remote control kedua drone dari para pilotnya kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Direktur Network Telkomsel Sukardi Silalahi, yang untuk kemudian dinonaktifkan sebagai simbol dari akhir ekspedisi tersebut.
(ash/fyk)