Demikian proyeksi yang disampaikan Thomas Jul, Presiden Director Ericsson Indonesia, dalam paparan Mobility Report terbaru di Marche, Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2015).
Penetrasi smartphone akan tumbuh pesat seiring makin turunnya harga. Dari kisaran termurah USD 80 atau sekitar Rp 1 juta untuk ponsel 4G di 2015 ini, akan makin murah lagi jadi USD 50 atau sekitar Rp 700 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data yang tercatat di operator seluler, pelanggan yang sudah pakai smartphone saat ini rata-rata baru sekitar 20%-30% saja. Mayoritas masih menggunakan featurephone dan beberapa di antaranya bahkan masih basic phone.
Pasar seluler di Indonesia meskipun sudah saturasi namun masih mencatatkan pertumbuhan. Di akhir 2015 ini, pelanggan seluler di Indonesia diperkirakan mencapai 353 juta. Angka ini akan menembus 397 juta dalam tiga tahun ke depan atau 2018.
"Indonesia masih masuk sepuluh besar negara yang memberikan kontribusi terbesat terhadap pertumbuhan seluler. Di kuartal ketiga kemarin, ada tiga juta pelanggan seluler baru di Indonesia," ungkap Jul.
(rou/ash)