Demikian diungkap Presiden Direktur dan CEO Indosat Alexander Rusli di sela acara peluncuran aplikasi mobile "Usaha Wanita" bersama Cherie Blair, istri mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, di Thamrin City, Jakarta, Kamis (6/12/2012).
"Saya baru pulang dari roadshow kinerja Q3 ke US dan UK. Kami perlu memperlihatkan kinerja kami yang baru sembuh setelah sakit di Q1 dan Q2. Dari hasil Q3 itu kami optimistis kinerja sampai akhir tahun dan omzet whole year masih bisa tumbuh 7%-9%, setara industri jika dibandingkan 2011 lalu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika omzet diperkirakan akan tumbuh 7%-9%, Indosat berarti akan membukukan sekitar Rp 22 triliun- Rp 22,42 triliun pada akhir 2012 nanti.
Berdasarkan kinerja di kuartal ketiga tahun ini, pendapatan usaha Indosat tumbuh 7,6% menjadi Rp 16,5 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu. Laba usaha perusahaan tumbuh 22,5% menjadi Rp 1,8 triliun, sedangkan laba bersihnya tumbuh 55% menjadi Rp 1,6 triliun.
Dari sisi pendapatan seluler berkontribusi besar terhadap pendapatan usaha yaitu Rp 13,6 triliun atau tumbuh 8,5% dari periode sebelumnya. Sementara pendapatan non-seluler tumbuh 3,1% menjadi Rp 2,8 triliun.
Per kuartal ketiga tahun ini, total pelanggan Indosat tercatat 55,5 juta, dengan pelanggan data Indosat sebesar 534,2 ribu pengguna dan 202,3 ribu pelanggan layanan fixed wireless access (FWA).
Alex menjelaskan, untuk sisi kinerja dari operasional Indosat sudah membaik. Hal yang menjadi tantangan adalah di sisi bottom line, terutama masalah hutang perseroan yang besar dan kebanyakan di mata uang dollar AS.
"Tantangannya di bottom line, debt to EBIT dari Indosat ini lumayan tinggi. Kami punya hutang dalam dollar AS lumayan besar. Kalau cash flow sudah bisa membayar hutang, apalagi tahun depan itu tidak ada hal yang urgent terkait pembayaran hutang," ungkapnya.
Pun demikian, lanjutnya, manajemen tengah mengaji untuk mengelola hutang lebih baik. Misalnya, mentransfer hutang dalam bentuk dollar AS menjadi rupiah atau melakukan lindung nilai lebih besar.
"Tetapi ini tidak mudah. Biayanya besar untuk setiap aksi itu. Karena itu perlu kajian mendalam," jelasnya.
Total hutang yang dimiliki Indosat hingga kuartal ketiga tahun ini sebesar Rp 21,847 triliun. Indosat menyatakan utang jatuh tempo perusahaan tersebut pada 2012 mencapaiΒ Rp 3,3 triliun, terdiri atas utang dalam mata uang dollar AS sebesarΒ Rp 2,02 triliun dan dalam mata uang rupiah sebesar Rp 1,28 triliun.
Utang terbesar jatuh tempo perseroan mencapaiΒ Rp 5,99 triliun pada 2014 dan pada 2013 mencapai Rp 3,82 triliun.
(rou/fyk)