Dalam proyek dengan nilai kontrak sebesar US$ 115.409.973, yang dikenal dengan proyek JaKa2LaDeMa ini, Telkom menggandeng konsorsium Fujitsu-NSW (Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW).
Diharapkan proyek yang dijadwalkan selesai pertengahan tahun 2010 ini dapat meningkatkan kapasitas telekomunikasi antar-pulau, baik untuk kepentingan komunikasi data, e-commerce, video, maupun suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"JaKa2LaDeMa sangat penting bagi Indonesia karena dengan demikian kita nantinya bisa memiliki suatu sistem dan infrastruktur telekomunikasi yang handal untuk menangani trafik telekomunikasi, yang diyakini semakin meningkat di masa-masa yang akan datang," ujar Eddy Kurnia, Vice President Public and Marketing Communication Telkom.
Mengenai konsorsium Fujitsu-NSW, Eddy Kurnia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mempertimbangkan dari berbagai aspek. "Kami yakin Konsorsium Fujitsu-NSW akan bekerja secara profesional untuk menyelesaikan proyek yang sangat penting tersebut sesuai jadwal," tandas Eddy Kurnia.
"Fujitsu sangat senang untuk memberikan kontribusi signifikan bagi konstruksi jaringan infrastruktur di Indonesia, yang merupakan salah satu pasar yang pertumbuhannya paling cepat di dunia," ungkap Gensei Katano, Group President dari Photonic Systems Group, Submarine Networks di Fujitsu.
Menurut Eddy Kurnia, Telkom berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas, kapabilitas dan kualitas layananannya. "Fokus kami tidak hanya pada memperbanyak pelanggan tetapi juga meningkatkan kualitas infrastruktur, antara lain dengan penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Laut,". tandas Eddy Kurnia.
(faw/wsh)